Sempat Diperingatkan Warga Tak Susur Sungai, Pembina Jawab “Kalau Mati di Tangan Tuhan”

Salah seseorang korban selamat dalam kejadian susur sungai smpn 1 turi sleman, jumat (21/2/2020) kemudian, tita farza pradita, menceritakan tentang peringatan masyarakat setempat terpaut aktivitas mereka.

tita, demikian sapaan wanita itu, mengaku mendengar masyarakat memperingatkan pembina pramuka saat sebelum susur sungai sempor berlangsung.

“sama masyarakat sudah diingetin. aku mendengar terdapat masyarakat yang memperingatkan, ” kata tita, serupa dikutip kompas televisi.

tetapi, lanjut tita, peringatan tersebut disambut perkata tidak lezat dari pembinanya.

“katanya, ‘enggak apa - apa, bahwa mati di tangan tuhan’, kata kakak pembinanya, ” ucap tita yang mengaku mendengar langsung jawaban pembinanya tersebut.

10 orang tewas
dalam peristiwa tersebut, sebanyak 10 siswa ditemui dalam kondisi tewas.

sedangkan itu, puluhan siswa yang lain hadapi luka - luka.

polisi telah menetapkan satu orang pembina sekalian guru smpn 1 turi bernama samaran iya bagaikan terdakwa.

dia diucap jadi penginisiasi aktivitas tersebut. tetapi, dikala susur sungai berlangsung, iya dikenal meninggalkan posisi.

“satu pembina terdapat keperluan sampai - sampai meninggalkan rombongan sehabis mengantar siswa di lembah sempor.

dan juga yang meninggalkan partisipan inilah statusnya dinaikkan jadi terdakwa, ” demikian dilansir dari account twitter polda diy, @poldajogja.

iya dijerat pasal 359 kuhp tentang kelalaian yang menimbulkan teman wafat dunia.

polisi pula menjerat iya dengan pasal 360 kuhp menimpa kelalaian yang menimbulkan teman luka - luka. ancaman hukuman optimal 5 tahun penjara.



( sumber: kompas. com )