Istri Kawin Lagi karena Suami Meninggal, Siapa Pasangannya di Akhirat?

Persoalan:
assalamu ‘alaikum wr. wb.
pernikahan kedua ataupun ketiga kali seseorang wanita karna perceraian ataupun ditinggal mati suami sering terjalin. bahwa permasalahannya serupa ini, apakah terdapat penjelasan agama yang mencerahkan hal - hal siapa suami wanita tersebut nanti di akhirat? mohon keterangannya.

jawaban:
assalamu ‘alaikum wr. wb.

penanya dan juga pembaca yang budiman. mudah - mudahan allah membagikan rahmat - nya kepada kita seluruh.

seseorang wanita yang melakukan akad pernikahan sebagian kali baik karna sebelumnya berpisah ataupun ditinggal mati suami, senantiasa hendak berjumpa dengan suaminya nanti di akhirat.

ada juga terpaut siapa yang hendak jadi suaminya di akhirat nanti, kami menciptakan pelbagai pemikiran.

sedikitnya, kami menciptakan 4 komentar berubah hal - hal pria yang hendak jadi suami dari wanita yang melaksanakan pernikahan sebagian kali.

kesatu, wanita yang menikah sebagian kali nanti di akhirat hendak bersuami dengan pria kesatu yang jadi suaminya karna suami kesatu yang memulai keperawanannya. (syekh abdul wahhab as - sya’rani, muhktashar tadzkiratul qurthubi, [semarang, maktabah usaha keluarga: tanpa tahun], taman 103).

komentar ini diambil dari sayyidina abu bakar as - shiddiq kala menasihati putrinya, asma binti abu bakar, buat memilah bersabar mengalami suaminya zubair bin awwam yang giat ibadah namun ringan tangan (suka memukul) terhadap istri.

“putriku, sabarlah. zubair merupakan pria shaleh. dapat jadi dia merupakan suamimu nanti di surga. suatu hadits hingga kepadaku, ‘laki - laki yang mengambil keperawanan seseorang wanita nanti hendak jadi suaminya di surga, ’” kata abu bakar.

kedua, wanita yang menikah sebagian kali di dunia diperbolehkan memilah siapa di antara pria yang sempat mengawininya buat jadi suaminya nanti di akhirat. komentar ini di informasikan oleh imam abu bakar ibnul arabi.

dia melansir hadits rasulullah yang terjemahannya, “perempuan yang mempunyai sebagian suami dipersilakan buat memilah salah satu dari mereka buat jadi pendampingnya (di akhirat). ”



ketiga, wanita yang menikah sebagian kali nanti di akhirat hendak bersuami dengan pria terakhir yang jadi suaminya. as - sya’rani melansir hadits riwayat teman hudzaifah ibnul yaman.

عَنْ حُذَيْفَةَ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ لاِمْرَأَتِهِ : إِنْ سَرَّكِ أَنْ تَكُونِى زَوْجَتِى فِى الْجَنَّةِ فَلاَ تَزَوَّجِى بَعْدِى فَإِنَّ الْمَرْأَةَ فِى الْجَنَّةِ لآخِرِ أَزْوَاجِهَا فِى الدُّنْيَا فَلِذَلِكَ حَرُمَ عَلَى أَزْوَاجِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - أَنْ يَنْكِحْنَ بَعْدَهُ لأَنَّهُنَّ أَزْوَاجُهُ فِى الْجَنَّةِ
“hudzaifah ibnul yaman berkata kepada istrinya, ‘jika kau mau saya jadi suamimu di surga, jangan kau menikah sepeninggalku karna wanita di surga merupakan penggalan dari suami terakhirnya di dunia. ’”

oleh karna itu, istri - istri nabi muhammad haram menikah sepeninggal nabi muhammad karna mereka merupakan istri - istri nabi di surga. komentar ini pula di informasikan oleh ibnu katsir dalam karyanya qashashul anbiya.

as - sya’rani pula melansir hadits riwayat abu darda yang menunjang komentar ketiga ini.

خَطَبَ مُعَاوِيَةُ أُمَّ الدَّرْدَاءِ فَأَبَتْ أَنْ تُزَوِّجَهُ ، قَالَتْ : سَمِعْتُ أَبَا الدَّرْدَاءِ ، يَقُولُ : قَالَ رَسُولُ الله صَلَّى الله عَلَيه وسَلَّم : الْمَرْأَةُ لِآخِرِ أَزْوَاجِهَا ، وَلَسْتُ أُرِيدُ بِأَبِي الدَّرْدَاءِ بَدَلاً
“muawiyah sempat melamar ummu darda sepeninggal suaminya. namun janda abu darda itu menolak pinangan muawiyah. ummu darda berkata, pribadinya sempat mendengar wasiat abu darda dengan berkata, rasulullah saw bersabda, ‘perempuan di surga merupakan penggalan dari suami terakhirnya di dunia. jangan kau menikah sepeninggalku, ’” (hr at - thabarani, abu ya’la, al - khatib).

pada riwayat lain, rasulullah bersabda dengan hadits seragam.

أيما امرأة توفى عنها زوجها فتزوجت بعده فهى لآخر أزواجها
“perempuan yang ditinggal mati suaminya, kemudian menikah lagi sepeninggal suaminya, hingga dia (di akhirat) merupakan penggalan dari suami terakhirnya di dunia. ” (hr at - thabarani).

keempat, wanita yang menikah sebagian kali nanti di akhirat hendak bersuami dengan pria yang amat baik akhlaknya. as - sya’rani melansir hadits riwayat at - thabarani dan juga al - bazzar dari ummu habibah yang bertanya kepada rasulullah hal - hal wanita yang sempat menikah 2 kali.

أن أم حبيبة قالت: يا رسول الله المرأة يكون لها الزوجان في الدنيا، يموتان, فيجتمعان في الجنة، لأيهما تكون للأول أو للآخر؟ قال : لأحسنهما خلقاً كان معها في دار الدنيا ثم قال يا أم حبيبة ذهب حسن الخلق بخيري الدنيا والآخرة
“ummu habibah bertanya kepada rasulullah, ‘ya rasul, seseorang wanita mempunyai 2 suami di dunia. keduanya meninggal dan juga berkumpul di akhirat. siapakah yang hendak jadi suami wanita itu? ’ rasul menanggapi, ‘perempuan itu hendak jadi istri pria yang amat baik akhlaknya terhadap wanita itu dikala di dunia. ’ rasul setelah itu melanjutkan, ‘wahai ummu habibah, pria dengan akhlak yang baik berangkat bawa kebaikan dunia dan juga akhirat, ’” (hr at - thabarani dan juga al - bazzar).

as - sya’rani menganjurkan para suami buat berlagak dengan akhlak yang baik terhadap istri mereka di dunia supaya para suami itu mampu jadi suami dari istri mereka seorang diri nanti di akhirat. (as - sya’rani, muhktashar tadzkiratul qurthubi: 103).

demikian jawaban pendek kami. mudah - mudahan dapat dimengerti dengan baik. kami senantiasa terbuka dalam menerima kritik dan juga anjuran dari para pembaca.

wallahul muwaffiq ila aqwathih thariq
wassalamu ‘alaikum wr. wb.



( sumber: nu. or. id )