Demi Biaya Kuliah Anak, Penyandang Tunanetra Ini Rela Makan Berhari-hari Tanpa Lauk

Seluruh orang tua tentu mempunyai harapan besar untuk anak - anaknya ya guys. mulai dari sandang, pangan, papan, sampai masa depan, orang tua mau anaknya menemukan seluruh perihal yang tersadu. walaupun buat membayar seluruh itu maksudnya, mereka wajib banyak berkorban dan juga bekerja keras.

serupa itu pula harapan khairani untuk si anak. walaupun mempunyai keterbatasan modul dan juga raga (tunanetra) , khairani senantiasa bersikukuh buat membawakan anaknya ke jenjang tarbiyah besar. bermacam pekerjaan yang dia sanggup, senantiasa khairani kerjakan guna penuhi kebutuhan anaknya yang tentu tidak sedikit. gimana usaha khairana buat membawakan anaknya mengarah cita - cita? ayo kita ikuti ekspedisi hidupnya berikut ini

bekerja bagaikan tukang pijat dan juga reparasi elektronik

khairani [sumber gambar]
lahir di wilayah rantau, kabupaten tapin, kalimantan selatan, khairani tiap hari merupakan tukang pijat tunanetra. kemampuan ini sudah diperuntukan khairani mata pencaharian semenjak pribadinya berumur 20 tahun. walaupun tidak dapat memandang, kemampuan memijat yang turun temurun dari orang tuanya seperti itu yang membikin khairani sekeluarga bertahan hidup. walaupun cuma menciptakan rp 50 ribu - rp 70 ribu per hari, khairan senantiasa mensyukurinya. tidak hanya memijat, khairan pula mempunyai kemampuan membetulkan perlengkapan elektronik yang rusak. sayangnya tentu tidak tiap hari orang - orang tiba membetulkan perlengkapan rusak, karna itu pemasukan dari reparasi ini tidak seberapa.

rela makan tanpa lauk tiap hari

ilustrasi makan tanpa lauk [sumber gambar]
khairani menyadari, maulina anaknya yang lagi menempuh kuliah di universitas airlangga, surabaya tentu memerlukan banyak duit. tidak hanya buat makan, wanita yang mengambil konsentrasi hukum tersebut pula perlu pengeluaran buat novel dan juga tugas - tugasnya. beruntung anaknya berkesempatan menemukan asrama yang dibiayai wali kota, sampai - sampai khairan juga sedikit terbantu. buat menyokong tarbiyah putrinya, khairan dan juga istri setuju cuma mengambil rp 20 ribu dari keseluruhan pemasukan per hari. sisanya dia kumpulkan buat dikirimkan pada si gadis satu minggu sekali. dan juga dengan rp 20 ribu itu, khairan masih wajib menyisihkan tiap hari buat membayar sewa kontrakan rp 450 ribu per bulannya. sisanya barulah dipakai buat makan walaupun tanpa kedatangan lauk.

kuliahkan anak dengan modal nekat

universitas airlangga [sumber gambar]
memandang realitas yang dialami keluarganya, khairani benar ragu dapat menguliahkan anaknya sampai lulus. alasannya, khairani menyadari kondisinya yang tunanetra tidak dapat optimal dalam mencari nafkah. karna itu, si gadis wajib berhemat mati - matian supaya duit yang dikirim orang tuanya cukup buat seluruh kebutuhan makan ataupun tugas - tugas yang terdapat. tetapi benak negatif serupa itu berupaya disingkirkan khairan. karena pribadinya ketahui dengan baik si gadis dapat diandalkan. karna itu, khairani juga senantiasa melindungi semangatnya buat menghantarkan si gadis pada impiannya.

menemukan dorongan rumah buat tunanetra

rumah penyandang disabilitas tunanetra [sumber gambar]
bulan april kemudian dialami khairani bagaikan bulan yang membahagiakan. karena para penyandang tunanetra serupa pribadinya baru aja menerima dorongan rumah dari pemerintah kota (pemot) banjarbaru di lingkungan disabilitas netra yang terletak di jalur trikora. kesimpulannya, khairani dapat mengirit rp 450 ribu per bulan karna terbebas dari pengeluaran ngontrak rumah. pribadinya juga dapat membagikan kiriman duit kuliah lebih banyak untuk si gadis.

begitulah orang tua pada anaknya ya teman boom. senantiasa mengalah, mengalah, dan juga mengalah demi kebahagiaan anaknya. di sisi lain, mudah - mudahan kanak - kanak yang diperjuangkan pula ingin membulatkan tekadnya buat sukses sampai dapat membikin bangga orang tua yang telah banyak berkorban buat mereka.






( sumber: Bermacam Informasi Online )