Poligami Saat ini Pilih Mah Pilih yang Kinyis-Kinyis, Berbeda dengan yang Dicontohkan Rasulullah Dulu

Begini cerita poligami rosulullah dahulu, apakah sama dengan yang terjalin saat ini ini?
mempunyai istri lebih dari satu nyatanya beresiko dan juga membahayakan sebagaimana asal katanya dalam bahasa arab. nabi muhammad saw aja yang agung - agunging menungso, insan amat adiluhung, juga terdampak permasalahan yang rumit karena masalah ‘istri madu’ dan juga poligami.

baca pula : 10 sebab kenapa istri tidak ingin dipoligami yang suami harus tau

sesuatu hari rasulullah dikunjungi seseorang wanita.

يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ لِي ضَرَّةً، فَهَلْ عَلَيَّ جُنَاحٌ إِنْ تَشَبَّعْتُ مِنْ زَوْجِي غَيْرَ الَّذِي يُعْطِينِي؟

maksudnya, “wahai nabi, sebetulnya saya mempunyai ‘dlarrah (sesama istri lain dari si suami). apakah saya bersalah bila saya menampilkan kerasa kecukupan pada suamiku itu, sementara itu dia tidak membagikan perihal yang cukup padaku? ”

cerita ini diriwayatkan dalam shahih al - bukhari lewat periwayatan asma’ binti abu bakr as - shiddiq.

rasulullah menanggapi kepada wanita penanya itu.

الْمُتَشَبِّعُ بِمَا لَمْ يُعْطَ، كَلَابِسِ ثَوْبَيْ زُورٍ

maksudnya, “orang yang menampakkan kecukupan dari apa sesungguhnya yang tidak dikasih bagai mengenakan baju kepalsuan. ”

riwayat cerita ini secara semakna pula diriwayatkan saudari asma’, ialah aisyah ra dalam kitab shahih muslim. dalam kitab shahih - nya, imam al - bukhari memasukkan cerita di atas secara tertentu dalam ulasan kitabun nikah. sebaliknya imam muslim mencatatnya dalam ulasan etika berpakaian. secara eksplisit, arti hadits di atas merupakan jangan berpura - pura senang atas apa yang sesungguhnya tidak terdapat dan juga tidak dipunyai baik soal baju ataupun soal kebahagiaan dari suami.

baca pula : sakit gigi tidak kunjung sembuh ? baca doa dan juga amalan mustajab ini dipastikan sakit gigi kabur

ayo kita cermati. dalam redaksi riwayat - riwayat ini, terdapat sebutan dlarrah (ضَرة) yang dalam bahasa indonesia berarti istri madu, ataupun istri lain dari satu suami. silakan kamu menelusuri dalam kamus - kamus bahasa arab - indonesia yang lumrah digunakan di sekolah ataupun madrasah, ialah kamus al - munawwir ataupun kamus mahmud yunus.

buat menciptakan makna kata dlarrah di atas kamu butuh merujuk pada kata asalnya, ialah (ضَرَّ - يَضُرُّ) yang mempunyai arti merusakkan, berikan kemelaratan, merugikan. kata dlarrah dalam hadits di atas merupakan turunan dari kata tersebut.

dalam bahasa arab, suatu kata mempunyai arti yang mempunyai keterkaitan dengan kata asalnya. ibnul manzhur, sastrawan arab klasik yang menyusun ensiklopedi perkata bahasa arab lisanul arab mengatakan kalau istri lain dinamakan dlarrah karna satu sama lain itu hendak silih membahayakan. tidak hanya itu, ibnu hajar al - asqalani membagikan pendapat tentang makna kata dlarrah yang mempunyai wujud plural dlara’air.

ضَرَائِرُ جَمْعُ ضَرَّةٍ وَقِيلَ " لِلزَّوْجَاتِ ضَرَائِرُ " لِأَنَّ كُلَّ وَاحِدَةٍ يَحْصُلُ لَهَا الضَّرَرُ مِنَ الْأُخْرَى بِالْغَيْرَةِ

maksudnya, “dlara’air merupakan wujud jamak dari kata dlarrah, serupa contoh ‘liz zaujat adl dlaraair’ (istri - istri itu mempunyai sesama istri lain dari suami yang sama). dinamakan dlarrah karna tiap ‘istri madu’ itu dapat membahayakan yang lain karena cemburu. ”

penjelasan ini merupakan pendapat ibnu hajar terpaut cerita rasulullah saw dalam cerita yang terkenal dengan kejadian haditsul ifki dikala aisyah ra dikabarkan berbuat kurang elok dengan seseorang teman. laporan palsu ini tersiar. aisyah ra yang berkecil hati dan juga resah akibat laporan tersebut kembali kepada orang tuanya buat mengecek kebenaran tersebut.

baca pula : kerap kali memohon langsung kala berdoa, nyatanya wajib jalani ini terlebih dahulu

datang di rumah, aisyah ra mengadu kepada ibunya. ibunya mengatakan, “nak, walaupun nyata - nyata seseorang suami itu mencintai seseorang wanita, tetapi bila si suami itu mempunyai dlara’air istri - istri lain, hingga tentu aja orang - orang hendak banyak bergosip miring tentang wanita yang ‘dimadu’ itu. ”

“subhanallah, serupa itukah yang dibicarakan orang - orang? ” aisyah ra kecewa. tadi malam itu dia menangis.
permasalahan jadi pelik. rasulullah saat sebelum turun wahyu terpaut klarifikasi langsung dari allah masalah cerita ini dalam tulisan an - nur mendiamkan aisyah, terlebih lagi pula pernah bermusyawarah dengan sebagian teman tentang rencana berpisah dengan aisyah ra.

mempunyai istri lebih dari satu nyatanya beresiko dan juga membahayakan sebagaimana asal katanya dalam bahasa arab. nabi muhammad saw aja yang agung - agunging menungso, insan amat adiluhung, juga terdampak permasalahan yang rumit karena masalah ‘istri madu’ dan juga poligami.

berpura - pura senang itu duka. untuk laki - laki ataupun wanita, mendua hendak menaikkan cedera. istri madu tampaknya tidak semanis madu. wallahu a’lam. (muhammad iqbal syauqi)






( sumber: http:// www. wajibbaca. com/2017/10/begini-kisah-poligami-rosulallah-dulu. html )