Pesugihan ini Katanya Tidak Syirik, Karena Bersumber Langsung dari Al Quran, Apa itu?

Umat islam benar diajarkan buat kaya, kaya harta dunia dan juga kaya pula bekal akhirat. kaya dunia, buat bekal beribadah, dapat berhaji, melakukan puasa ramadhan dengan baik..

nah, sayangnya banyak orang yang mencari harta kekayaan dengan trik trik yang salah. yang amat kentara merupakan berangkat ke dukun, memohon jimat penglarisan. memohon jimat pengasihan..
jelas salah kaprah.
tetapi terdapat yang bilang, terdapat pesugihan melalui  (AL) quran yang tidak tercantum syirik. apa itu?

ayat 1000 dinar, ayat apa lagi itu?

sebagian orang menjadikan ayat ini bagaikan perlengkapan buat menemukan pesugihan ataupun kilat kaya. apa boleh?

ayat 1000 dinar yang dimaksudkan merupakan,

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا (3)
“barangsiapa bertakwa kepada allah tentu ia hendak mengadakan menurutnya jalur keluar. dan juga memberinya rezki dari arah yang tiada disangka - sangkanya. dan juga barangsiapa yang bertawakkal kepada allah tentu allah hendak mencukupkan (keperluan) nya. sebetulnya allah melakukan urusan yang (dikehendaki) - nya. sebetulnya allah telah mengadakan syarat untuk masing - masing suatu. ” (qs. ath tholaq: 2 - 3)

apa keistimewaan ayat tersebut?
sesungguhnya dalam ayat tersebut tidak disebutkan kalau siapa yang membacanya 1000 kali, hingga hendak memperoleh pesugihan, kilat kaya ataupun memperoleh kelapangan rezeki. terlebih tidak tersurat hendak memperoleh 1000 dinar.

tetapi terdapat yang mengamalkan ayat tersebut serupa ini:
1 - bacalah tulisan al - fatihah pada malam kesatu dari masing - masing bulan kalender hijriyah (bukan bulan kalender masehi) sebanyak 1000 kali dan juga membaca tulisan  (AL) maidah ayat 114. kemudian baca ayat 1000 dinar yang diucap di atas sebanyak 21 kali. setelah itu dilanjutkan dengan membaca asma allah.

2 - kemudian tiap harinya dilanjutkan dengan membaca ayat 1000 dinar ialah tulisan ath thalaq ayat 2 - 3 sebanyak 1000 kali dalam satu hari. serupa diwasiatkan buat dibaca teratur.

sehabis pembacaan tadi, diperintahkan membaca doa setimpal dengan hajat yang dimohon.

sebagian kekeliruan dari pengamalan ayat 1000 dinar
1 - menamakan ayat tanpa petunjuk
2 - menetapkan waktu pembacaan yang tidak berdalil
2 perihal di atas intinya tidak diresmikan dengan dalil. sementara itu penamaan ayat ataupun penyebutan tulisan dalam  (AL) qur’an jelas terdapat petunjuk dari rasul ataupun para ulama. sebaliknya apa yang disebutkan dengan ayat 1000 dinar, cuma penyebutan orang masa saat ini tanpa terdapat petunjuk dari wahyu.

begitu pula penetapan waktu pembacaan ayat 1000 dinar yang dibaca tiap malam ataukah dibaca pada malam kesatu tiap dini bulan hijriyah pula tidak berdalil.

yang terdapat dalil dalam islam, rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam mengarahkan membaca tulisan  (AL) kahfi tiap malam jumat ataupun hari jumat. sebaliknya ayat 1000 dinar, mana dalil yang mengatakan waktu pembacaannya serupa yang disebutkan?

ingat kaedah baku yang sudah para ulama tetapkan: hukum asal ibadah itu haram hingga terdapatnya dalil.

dalam novel ulama syafi’iyah yang lain, ialah kitab ghoyatul bayan syarh zubd ibnu ruslan disebutkan,

الأَصْلُ فِي العِبَادَاتِ التَّوْقِيْفُ

“hukum asal ibadah merupakan tawqif (menunggu hingga terdapatnya dalil). ”

ibnu muflih mengatakan dalam  (AL) adabu asy syar’iyah,

أَنَّ الْأَعْمَالَ الدِّينِيَّةَ لَا يَجُوزُ أَنْ يُتَّخَذَ شَيْءٌ سَبَبًا إلَّا أَنْ تَكُونَ مَشْرُوعَةً فَإِنَّ الْعِبَادَاتِ مَبْنَاهَا عَلَى التَّوْقِيفِ

“sesungguhnya amal diniyah (amal ibadah) tidak boleh diperuntukan bagaikan karena kecuali bila telah disyari’atkan karna standar ibadah boleh dicoba hingga terdapat dalil. ”

imam ahmad dan juga para fuqoha pakar hadits - imam syafi’i tercantum di dalamnya - mengatakan,

إنَّ الْأَصْلَ فِي الْعِبَادَاتِ التَّوْقِيفُ

“hukum asal ibadah merupakan tauqif (menunggu hingga terdapatnya dalil) ” (dinukil dari majmu’  (AL) fatawa karya ibnu taimiyah, 29: 17)

3 - memastikan jumlah bilangan yang melelahkanjujur aja, kita tidak sering memandang ataupun terlebih lagi memandang dzikir - dzikir nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan pembacaan 1000 kali dalam satu hari serupa pada pengamalamn ayat 1000 dinar. yang terdapat, dzikir amat banyak hitungannya merupakan 100 kali. contoh semisal teks dzikir,

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai - in qodiir.

dzikir di atas dibaca dalam satu hari 100 kali. keutamaanya, barangsiapa yang mengucapkan dzikir tersebut dalam satu hari sebanyak 100 x, hingga itu serupa melepaskan 10 orang budak, dicatat menurutnya 100 kebaikan, dihapus menurutnya 100 kesalahan, pribadinya hendak terpelihara dari kendala setan dari pagi sampai petang hari, dan juga tidak terdapat seseorang juga yang lebih baik dari yang dia jalani kecuali oleh orang yang mengamalkan lebih dari itu. (hr. bukhari nomor. 3293 dan juga muslim nomor. 2691)

 (AL) qur’an juga diturunkan bukan membikin sulit. allah ta’ala berfirman,

طه (1) مَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآَنَ لِتَشْقَى (2) إِلَّا تَذْكِرَةً لِمَنْ يَخْشَى (3) تَنْزِيلًا مِمَّنْ خَلَقَ الْأَرْضَ وَالسَّمَاوَاتِ الْعُلَا

“thoha. kami tidak merendahkan  (AL) quran ini kepadamu supaya kalian jadi sulit; namun bagaikan peringatan untuk orang yang cemas (kepada allah) , ialah diturunkan dari allah yang menghasilkan bumi dan juga langit yang besar. ” (qs. thoha: 1 - 4).

nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pula bersabda,

إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ

“sesungguhnya agama islam itu gampang. ” (hr. bukhari nomor. 39).

coba ambil pelajaran dari hadits berikut kalau menyusahkan diri dalam ibadah itu tercela.
dari abu juhaifah wahb bin ‘abdullah mengatakan, “nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sempat mempersaudarakan antara salman dan juga abu darda’. tatkala salman bertandang (ziarah) ke rumah abu darda’, dia memandang ummu darda’ (istri abu darda’) dalam kondisi menggunakan baju yang serba - serbi kusut. salman juga bertanya padanya, “mengapa kondisi kalian serupa itu? ” perempuan itu menanggapi, “saudaramu abu darda’ sudah tidak memiliki hajat lagi pada keduniaan. ”

setelah itu abu darda’ tiba dan juga dia membuatkan santapan buat salman. sehabis tuntas abu darda’ mengatakan kepada salman, “makanlah, karna aku lagi berpuasa. ” salman menanggapi, “saya tidak hendak makan saat sebelum engkau juga makan. ” hingga abu darda’ juga makan. pada malam harinya, abu darda’ bangun buat mengerjakan shalat malam. salman juga mengatakan padanya, “tidurlah. ” abu darda’ juga tidur berulang.

kala abu darda’ bangun bakal mengerjakan shalat malam, salman lagi mengatakan padanya, “tidurlah! ” sampai pada akhir malam, salman mengatakan, “bangunlah. ” kemudian mereka shalat bersama - sama. sehabis itu, salman mengatakan kepadanya,

إِنَّ لِرَبِّكَ عَلَيْكَ حَقًّا ، وَلِنَفْسِكَ عَلَيْكَ حَقًّا ، وَلأَهْلِكَ عَلَيْكَ حَقًّا ، فَأَعْطِ كُلَّ ذِى حَقٍّ حَقَّهُ

“sesungguhnya untuk rabbmu terdapat hak, untuk dirimu terdapat hak, dan juga untuk keluargamu pula terdapat hak. hingga penuhilah tiap - tiap hak tersebut. “

setelah itu abu darda’ menghadiri nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian menggambarkan apa yang baru aja terjalin. dia lalu bersabda, “salman itu benar. ” (hr. bukhari nomor. 1968).

4 - menjadikan ayat 1000 dinar bagaikan jimat yang dipajang terdapat pula yang memiliki kepercayaan menjadikan ayat 1000 dinar bagaikan jimat yang dipajang di warung, toko ataupun rumah supaya rezeki bisa dengan mudah dan juga kilat sugih (kaya).

perihal di atas tidak lepas dari menjadikan ayat  (AL) quran bagaikan jimat. sebagian ulama benar terdapat yang membolehkannya. tetapi komentar yang pas merupakan tidak bolehnya. sebab tidak boleh menjadikan ayat  (AL) quran bagaikan jimat yang dipajang merupakan bagaikan berikut:

buat menutup jalur supaya tidak terjerumus dalam kesyirikan yang lebih parah.
berdalil dengan dalil - dalil universal yang melarang jimat.
jimat dari  (AL) qur’an dapat membikin  (AL) qur’an itu dilecehkan, dapat jadi pula dibawa masuk ke kamar mandi, ataupun terserang kotoran (najis).

supaya tidak membikin sebagian dukun yang terencana menuliskan ayat - ayat  (AL) qur’an lalu menyimpan di bawahnya mantera - mantera syirik.

seorang hendak tidak atensi lagi pada  (AL) qur’an dan juga do’a karna cuma tergantung pada ayat  (AL) qur’an yang dipajang ataupun dipakai. (amati rasail fil ‘aqidah, perihal. 441 dan juga syarh kitab tauhid, perihal. 61).

dalil yang mengharamkan tamimam, jimat ataupun azimat secara universal merupakan:
dari ‘uqbah bin ‘amir, dia mengatakan kalau dia mendengar rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَعَلَّقَ تَمِيمَةً فَلاَ أَتَمَّ اللَّهُ لَهُ وَمَنْ تَعَلَّقَ وَدَعَةً فَلاَ وَدَعَ اللَّهُ لَهُ

“barangsiapa yang menggantungkan (hati) pada tamimah (jimat) , hingga allah tidak hendak menuntaskan urusannya. barangsiapa yang menggantungkan (hati) pada kerang (buat menghindari ‘ain, ialah pemikiran hasad ataupun iri, - pen) , hingga allah tidak hendak membagikan kepadanya jaminan” (hr. ahmad 4: 154. syaikh syu’aib  (AL) arnauth berkata kalau hadits ini hasan –dilihat dari jalan lain - ).

dalam riwayat lain disebutkan,

مَنْ عَلَّقَ تَمِيمَةً فَقَدْ أَشْرَكَ

“barangsiapa yang menggantungkan tamimah (jimat) , hingga dia telah berbuat syirik” (hr. ahmad 4: 156. syaikh syu’aib  (AL) arnauth berkata kalau sanad hadits ini qowiy ataupun kokoh. syaikh  (AL) albani berkata kalau hadits ini shahih sebagaimana dalam silsilah  (AL) ahadits ash shohihah nomor. 492).

seseorang ulama besar dari tabi’in yang meningggal dunia tahun 96 h dalam umur 50 - an tahun, ialah ibrahim an nakha’i mengatakan,

كَانُوْا يَكْرَهُوْنَ التَّمَائِمَ كُلَّهَا مِنَ القُرْآنِ وَغَيْرِ القُرْآنِ

“para murid ibnu mas’ud, mereka membenci jimat seluruhnya tercantum dari  (AL) qur’an dan juga tidak hanya  (AL) qur’an. ” (fathul majid, perihal. 142, terbitan darul ifta’). murid - murid ibnu mas’ud di mari serupa ‘alqomah,  (AL) aswad, abu wail,  (AL) harits bin suwaid, ‘abidah as salmani, masruq, ar rabi’ bin khutsaim, dan juga suwaid bin ghuflah.

jadi hati - hatilah menjadikan ayat  (AL) qur’an ataupun diyakini ayat 1000 dinar bagaikan jimat.
pemecahan gampang kehidupan: takwa dan juga tawakkal
dalam tafsir  (AL) jalalain (perihal. 569) disebutkan menimpa iktikad tulisan ath thalaq ayat 2 dan juga 3 kalau siapa yang bertakwa pada allah, hingga allah hendak angkat kesusahan dalam urusan dunia dan juga akhiratnya, pula hendak diberi rezeki dari jalur yang tidak disangka - sangka.

kemudian siapa yang bertawakkal pada allah dalam tiap urusannya, hingga alalh hendak membagikan kecukupan padanya. allah yang hendak mempermudah urusan tersebut. karna di tangan allah - lah sesuatu urusan jadi mudah ataukah susah.

dari ‘umar bin khottob, dia mengatakan kalau rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَوْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرُزِقْتُمْ كَمَا تُرْزَقُ الطَّيْرُ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا

“seandainya kamu betul - betul bertawakkal pada allah, tentu kamu hendak diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki. dia berangkat di pagi hari dalam kondisi lapar dan juga berulang di sore hari dalam kondisi kenyang. ” (hr. tirmidzi nomor. 2344. abu ‘isa tirmidzi berkata kalau hadits ini hasan shahih).

hadits di atas sekalian menampilkan kalau yang diucap tawakkal berarti melaksanakan usaha, bukan cuma sekadar menyandarkan hati pada allah. karna burung aja berangkat di pagi hari buat mengais rezeki. hingga manusia yang berakal tentu melaksanakan usaha, bukan cuma bertopang dagu menunggu rezeki turun dari langit.

yang diucap ayat 1000 dinar yang dituntut tidaklah diperuntukan ritual dzikir. yang terutama merupakan mengamalkan isinya, ialah bertakwa dan juga bertawakkal. seperti itu yang jadi pemecahan hidup dan juga gampang dilapangkan rezeki, ialah dengan bertakwa dan juga bertawakkallah.

 (AL) quran semestinya ditadabburi
ayat  (AL) qur’an semestinya ditadabburi, direnungkan dan juga dimengerti maknanya. allah ta’ala berfirman,

كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِّيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُوْلُوا الْأَلْبَابِ

“ini merupakan suatu kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah biar mereka mencermati ayat - ayatnya dan juga biar menemukan pelajaran orang - orang yang memiliki fikiran” (qs. shod: 29)

namanya tadabbur  (AL) qur’an itu sebagaimana disebutkan oleh  (AL) hasan  (AL) bashri rahimahullah - seorang tabi’in - ,

وَاللهِ مَا تَدَبُّره بِحِفْظِ حُرُوْفِهِ وَإِضَاعَةِ حُدُوْدِهِ، حَتَّى إِنَّ أَحَدَهُمْ لَيَقُوْل: قَرَأْتُ القُرْآنَ كُلَّهُ مَا يَرَى لَهُ القُرْآنُ فِي خُلُقٍ وَلاَ عَمَلٍ

“demi allah,  (AL) qur’an tidaklah ditadabburi dengan sekadar menghafal huruf - hurufnya, tetapi lalai dari mencermati hukum - hukumnya (artinya: mentadabburinya). sampai nanti terdapat yang berkata, “aku sudah membaca  (AL) qur’an seluruhnya. ” tetapi sayangnya  (AL) qur’an tidak terlihat pada akhlak dan juga amalannya. ” diriwayatkan oleh ibnu abi hatim. (amati tafsir  (AL) qur’an  (AL) ‘azhim, 6: 419).
bila demikian, marilah kita peruntukan  (AL) qur’an buat ditadabburi dan juga diamalkan. jangan peruntukan buat tujuan yang galat ialah bagaikan jimat ataupun ritual yang tidak terdapat tuntunan.

masih mengamalkan ayat 1000 dinar buat kilat kaya? ataukah yang berarti wujudkan takwa dan juga tawakkal?

cuma allah yang berikan petunjuk pada jalur yang lurus.







( sumber: http:// www. wajibbaca. com/2017/10/pesugihan-ini-katanya-tidak-syirik. html )