Lawan Nafsumu Hai Suami, Cukuplah Satu Istri Jika Memang Takut Tak Bisa Berlaku Adil

Mencukupkan diri dengan satu istri apabila cemas tidak dapat berlaku adil
untuk sebagian laki - laki tentu di dalam hati mereka tebersit buat melaksanakan poligami. spesialnya untuk laki - laki muslim, mereka mau poligami buat menjajaki sunnah nabi dan juga menjajaki perintah di dalam (AL) quran. lalu gimana bahwa tidak sanggup?

kerap kali si istri tidak siap mendengar kemauan tersebut, terlebih bila yang hendak jadi madu jauh lebih muda dan juga lebih menawan darinya.


وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَىٰ فَانكِحُوا مَا طَابَ لَكُم مِّنَ النِّسَاءِ مَثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَلَّا تَعُولُوا ﴿٣

“dan bila kalian cemas tidak hendak mampu berlaku adil terhadap (hak - hak) wanita yang yatim (bilamana kalian mengawininya) , hingga kawinilah wanita - wanita (lain) yang kalian senangi: 2, 3 ataupun 4. setelah itu bila kalian cemas tidak hendak mampu berlaku adil, hingga (kawinilah) seseorang aja, ataupun budak - budak yang kalian miliki. yang demikian itu merupakan lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. ” (qs. an - nisaa: 3)

firman - nya, فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَلَّا تَعُولُوا ﴿٣ “kemudian bila kalian cemas tidak hendak mampu berlaku adil, hingga (kawinilah) seseorang aja, ataupun budak - budak yang kalian miliki. ” maksudnya, (nikahilah satu istri aja) , apabila kalian cemas mempunyai banyak istri dan juga tidak sanggup berbuat adil kepada mereka, sebagaimana firman allah, “dan tidak hendak sempat kalian sanggup berbuat adil di antara istri - isterimu, meski kalian amat menginginkannya. ” (qs. an - nisaa: 129).

barangsiapa cemas berbuat demikian, hingga cukuplah satu istri aja ataupun budak - budak perempuan. karna, pembagian giliran pada mereka (budak - budak perempuan) bukanlah harus, walaupun diajarkan. barangsiapa melaksanakan pembagian giliran, hingga perihal itu baik, dan juga barangsiapa yang tidak melaksanakannya, hingga bukanlah kenapa.

baca pula : berhati - hatilah atas apa yang kamu pinta pada - nya, karna kala dikabulkan ini yang hendak kamu hadapi

firman - nya, ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَلَّا تَعُولُوا “yang demikian itu merupakan lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. ” maksudnya, janganlah kamu berbuat aniaya.

dalam bahasa arab bila dikatakan: ‘ala fil hakiim“, maksudnya dia menyimpang (dari kebenaran) dan juga zhalim.
ibnu abi hatim, ibnu mardawaih dan juga abu hatim (ibnu hibban) dalam shahiih - nya meriwayatkan dari ‘aisyah dan juga nabi saw: ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَلَّا تَعُولُوا “yang demikian itu merupakan lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. ” maksudnya (janganlah kamu berbuat aniaya). ” maksudnya (janganlah kamu berbuat aniaya).

ibnu abi hatim mengatakan, ayahku (abu hatim ar - razi) mengatakan, “dalam hadits ini ada kesalahan. yang benar merupakan perkataan ini mauquf (cuma hingga) kepada ‘aisyah.

ibnu abi hatim pula mengatakan: “diriwayatkan dari ibnu ‘abbas, ‘aisyah, mujahid, ‘ikrimah, al - hasan al - bashri, abu malik, abu razin, ibrahim an - nakha’i, asy - sya’bi, adh - dhahhak, ‘atha’ al - khurasani, qatadah, as - suddi dan juga muqatil bin hayyan, mereka berkata: ‘maknanya, janganlah kamu cenderung (kepada salah seseorang dari mereka). ’”







( sumber: http:// www. wajibbaca. com/2017/09/lawan-nafsumu-hai-suami-cukuplah-satu. html )