1000 Harinya Kakekmu Nanti Kita Harus Bangun Kuburannya yang Megah dan Bagus

Mempermewah kuburan keluarga dengan memagarinya, gimana hukumnya?
gimana hukumnya membangun kuburan dan juga mengelilinginya (memagarinya) dengan tembok pada tanah kepunyaan seorang diri?

membangun kuburan dan juga memagari dengan tembok di tanah kuburan kepunyaan seorang diri dengan tidak terdapat sesuatu kepentingan, hukumnya makruh.

penjelasan:
dalam kitab fathul mu’in dipaparkan:

) وكره بناء له) أي للقبر، (أو عليه) لصحة النهي عنه بلا حاجة، كخوف نبش، أو حفر سبع أو هدم سيل.

makruh hukumnya membangun sesuatu bagunan di atas kuburan, karna terdapatnya hadits shahih yang melarangnya, apabila perihal tersebut dicoba tanpa keperluan serupa kekhawatiran hendak digali dan juga dibongkar fauna buas, ataupun diterjang banjir.

ومحل كراهة البناء، إذا كان بملكه، فإن كان بناء نفس القبر بغير حاجة مما مر، أو نحو قبة عليه بمسبلة، وهي ما اعتاد أهل البلد الدفن فيها، عرف أصلها ومسبلها أم لا، أو موقوفة، حرم، وهدم وجوبا، لانه يتأبد بعد انمحاق الميت

baca pula : kamu sama sekali tidak siuman, anak kamu sesungguhnya kerap dirasuki jin akibat ulah kamu sendiri

dan juga kemakruhan tersebut apabila kuburan itu berposisi di tanah miliknya seorang diri. sebaliknya membangun kuburan tanpa terdapat sesuatu keperluan sebagaimana yang telah dipaparkan, ataupun berikan kubah di atas kuburan yang terletak di pemakaman universal, ataupun di tanah wakaf, hingga hukumnya haram dan juga harus dihancurkan, karna bangunan tersebut hendak mash terdapat sehabis jenazahnya sirna (mengabadikan jenazah sehabis kehancurannya).
و قال البجيرمي : واستثنى بعضهم قبور الأنبياء والشهداء والصالحين و غيرهم

dan juga mengatakan imam   (AL) bujayrimiy: “sebagian ulama mengecualikan keberadaan bangunan kuburan pada kuburan para nabi, syuhada, dan juga orang - orang shalih, dan juga semisalnya. ”

sumber :
ahkamul fuqaha; pemecahan problematika aktual hukum islam. keputusan muktamar, munas, dan juga konbes nahdlatul ulama (nu) (1926 - 2010) no 14, halaman14 - 15. diterbitkan oleh : ltn pbnu dan juga “khalista” surabaya





(sumber: http:// www. wajibbaca. com/2017/10/1000-harinya-kakekmu-nanti-kita-harus. html )