Jangan Jadi Penikmat Harta, Karena 3 Fakta Inilah Harta Kita yang Sebenarnya

Inilah harta kita yang sesungguhnya dan juga renungankanlah untuk penumpuk harta karna tamak! !


dalam kehidupan dunia, kita dikelilingi oleh perihal ataupun benda - benda yang kita klaim bagaikan kepunyaan kita. keluarga, rumah, pekerjaan, panca indera, harta, ilmu pengetahuan, kemampuan, dan juga lain sebagainya seluruh kita sebut bagaikan kepunyaan kita. tetapi benarkah itu seluruh kepunyaan kita? semenjak kapan seluruh itu jadi kepunyaan kita?

benar bermacam fitur keduniaan misalnya surat - surat formal dapat jadi fakta kalau keluarga, pekerjaan, tanah, dan juga sebagainya itu merupakan kepunyaan kita, tetapi status kepemilikan kita merupakan owner nisbi. owner absolut dari seluruh suatu cumalah allah swt. terlebih lagi, diri kita yang lemah ini juga merupakan milik - nya.

baca pula : jangan merubah wujud alis saat sebelum tau hukumnya dalam pemikiran islam, inilah akibatnya

perihal ini kerap dibiarkan oleh kita. kita kerap kurang ingat kalau kita tidaklah owner absolut, sampai - sampai kita berlagak seolah - olah kitalah owner seluruhnya seluruh perihal yang kita anggap kepunyaan kita. sampai - sampai, kita memperlakukannya setimpal dengan selera dan juga nafsu duniawi kita, bukan disesuaikan dengan kemauan si owner absolut, ialah allah swt.

saudaraku
bila direnungi, nyatanya harta kita yang sebetulnya cuma 3 aja, selainnya benar harta kita namun hakikatnya bukan harta kita karna kebanyakan harta sejatinya cuma kita tumpuk aja dan juga dapat jadi bukan kita yang menikmati, cuma sekadar dipunyai saja

3 harta sesungguhnya:

1. santapan yang kita makan
santapan yang di kulkas belum tentu kita yang menikmati seluruh. duit yang kita simpan buat beli santapan belum tentu kita yang menikmati
kala menikmati santapan juga ini cuma sesaat dari keseharian kita, cuma melewati lidah dan juga tenggorokan sebentar saja

2. baju yang kita pakai
tercantum fasilitas yang kita gunakan serupa sepatu, kendaraan dan rumah kita. ini yang kita nikmati. hendak namun inipun sedangkan aja karna baju dapat usang sebaliknya rumah hendak diwariskan

3. sedekah
ini merupakan harta kita yang sesungguhnya, amat bermanfaat di akkhirat nanti. inipun lalu sebentar dari genggaman kita di dunia
selainnya harta yang kita tumpuk hakikatnya bukan harta kita, kita tidak menikmatinya ataupun cuma menikmati sesaat aja. semisal menumpuk harta:
- rumah terdapat 2 ataupun 3, yang kita nikmati utamanya cuma satu rumah saja

- uang tabungan di bank beratus - ratus juta ataupun miliyaran, yang kita nikmati cuma sedikit aja selainnya kita cuma kita simpan

- punya kebun yang luas, memiliki toko yang besar, cuma kita nikmati sesaat saja

baca pula : 8 akibat kurang baik ini sebab mengapa pacaran diharamkan

rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﺑْﻦُ ﺁﺩَﻡَ ﻣَﺎﻟِﻰ ﻣَﺎﻟِﻰ – ﻗَﺎﻝَ – ﻭَﻫَﻞْ ﻟَﻚَ ﻳَﺎ ﺍﺑْﻦَ ﺁﺩَﻡَ ﻣِﻦْ ﻣَﺎﻟِﻚَ ﺇِﻻَّ ﻣَﺎ ﺃَﻛَﻠْﺖَ ﻓَﺄَﻓْﻨَﻴْﺖَ ﺃَﻭْ ﻟَﺒِﺴْﺖَ ﻓَﺄَﺑْﻠَﻴْﺖَ ﺃَﻭْ ﺗَﺼَﺪَّﻗْﺖَ ﻓَﺄَﻣْﻀَﻴْﺖَ

“manusia mengatakan, “hartaku - hartaku. ” dia bersabda, “wahai manusia, apakah benar engkau mempunyai harta? bukankah yang engkau makan hendak sirna begitu aja? bukankah baju yang engkau kenakan pula hendak usang? bukankah yang engkau sedekahkan hendak lalu begitu aja? ” (hr. muslim nomor. 2958)

riwayat yang lain,

ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟْﻌَﺒْﺪُ ﻣَﺎﻟِﻰ ﻣَﺎﻟِﻰ ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻟَﻪُ ﻣِﻦْ ﻣَﺎﻟِﻪِ ﺛَﻼَﺙٌ ﻣَﺎ ﺃَﻛَﻞَ ﻓَﺄَﻓْﻨَﻰ ﺃَﻭْ ﻟَﺒِﺲَ ﻓَﺄَﺑْﻠَﻰ ﺃَﻭْ ﺃَﻋْﻄَﻰ ﻓَﺎﻗْﺘَﻨَﻰ ﻭَﻣَﺎ ﺳِﻮَﻯ ﺫَﻟِﻚَ ﻓَﻬُﻮَ ﺫَﺍﻫِﺐٌ ﻭَﺗَﺎﺭِﻛُﻪُ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ

“hamba mengatakan, “harta - hartaku. ” bukankah hartanya itu cumalah 3: yang dia makan dan juga hendak lenyap, yang dia kenakan dan juga hendak usang, yang dia beri yang sesungguhnya harta yang dia kumpulkan. harta tidak hanya itu hendak lenyap dan juga diberi pada orang - orang yang dia tinggalkan. ” (hr. muslim nomor. 2959)

bukan berarti seseorang muslim wajib miskin dan juga tidak boleh kaya. namun gunakanlah kekayaan tersebut buat membela agama dan juga membikin anda
senang yang sejati sebagaimana perintah agama [1]

“bahagia sejati merupakan membikin teman bahagia”

sebagaimana ungkapan indah

أسعد الناس من أسعد الناس
“as’adunnaasi man as’adan naasa”

“manusia amat senang merupakan yang membikin manusia yang lain bahagia”

pakai harta buat menolong orang lain
“semakin kaya, terus menjadi dermawan. bukan terus menjadi tingkatkan style hidup”
terus menjadi tua umur kita harusnya kita siuman harta yang kita tumpuk hendak kita tinggalkan dengan kematian. bukannya terus menjadi tamak mengumpulkan harta dan juga melupakan bekal akhirat

mudah - mudahan terus menjadi dekat sama allah, kian sayang sama keluarga dan juga terus menjadi banyak bersyukur

#share pada sahabat dekat kamu.. . .





(sumber : http:// www. wajibbaca. com/2017/09/jangan-jadi-penikmat-harta-sebelum-tahu. html )