Subhanaallah...Kisah Nyata! Puasa Saat Hamil, Ibu ini Melahirkan Kurang dari 5 Menit. MasyaAllah!

Benar kita butuh mengenali kalau keadaan bunda berbadan dua ini berbeda - beda. terdapat yang sanggup melakukan puasa dan juga terdapat yang tidak. tetapi hendaknya dicoba dulu buat berpuasa kala berbadan dua dan juga menyusui, jangan langsung tidak berpuasa tanpa berupaya terlebih dulu ataupun cuma sekadar kekhawatiran aja, sementara itu sejatinya dia sanggup..

bila kekhawatiran itu terdapat indikasinya, semisal mual - muntah hebat sepanjang berbadan dua hingga tidak butuh memaksakan berupaya berpuasa, dia tercantum yang menemukan udzur, ialah orang yang sakit (moring scikness). terlebih lagi terdapat anjuran dari dokter yang terpercaya supaya ia hendaknya tidak berpuasa. bila berupaya berpuasa dalam kondisi berbadan dua dan juga menyusui:


agenda makan senantiasa diatur 3 kali ialah berbuka, pertengahan malam dan juga sahur
ataupun kerap makan namun sedikit - sedikit
memperbanyak minum dan juga minuman bergizi
senantiasa berkegiatan serupa biasa dan juga jangan cuma tidur - tiduran saja


suatu cerita nyata yang dituturkan oleh dokter. raehanul bahraen lewat muslimafiyah. com. dia membikin perbandingan dikala istrinya puasa dalam keadaan perihal dan juga tidak pada kehamilan anak kesatu dan juga kedua.

" berbadan dua kesatu: istri aku dikala berbadan dua 7 - 8 bulan berpuasa ramadhan pada kehamilan itu cuma berbuka 2 hari ataupun sebagian hari.

berbadan dua kedua: istri aku berbadan dua 8 - 9 bulan kala ramadhan, alhamdulillah kala melahirkan masih dalam kondisi berpuasa jam 11 siang karna tidak pernah berbuka dan juga amat lancarnya proses melahirkan yang kilat (cuma kurang dari 5 menit langsung melahirkan, alhamdulillah)

alhamdulillah seluruhnya sehat, jadi apabila tidak terdapat gejala ataupun nasehat dari dokter buat tidak berpuasa hingga berpuasa lebih baik. wallahu a’lam. "


nah, gimana sih hukum puasanya bunda berbadan dua dan juga menyusui ini?
untuk perempuan berbadan dua dan juga menyusui yang takut dengan bayinya, apakah wajib mengqadha sehabis melahirkan dan juga sehabis menyusui? ataupun membayar fidyah aja? ulama berselisih komentar dalam perihal ini, dan juga terdapat sebagian komentar:


mengqadha puasa aja sehabis melahirkan ataupun sehabis menyusui hanya membayar fidyah saja
mengqadha dan juga pula sekalian membayar fidyah

dari sebagian komentar tersebut kamu silahkan memilah mana yang lebih kokoh pendapatnya dan juga lebih menenangkan hati.

ada juga kami lebih memilah komentar berikut:


bila bunda berbadan dua dan juga menyusui sanggup berpuasa, hingga hendaknya berpuasa
bila tidak sanggup berpuasa, setelahnya dapat menqadha (sehabis melahirkan ataupun menyusui)
bila tidak sanggup menqadha, hingga membayar fidyah saja

contoh permasalahannya:


kala lagi berbadan dua, setelah itu tidak dapat berpuasa kira - kira sebulan karna mual - muntah hebat (morning sickness) ia boleh tidak berpuasa dan juga berupaya menqadha sehabis melahirkan (kala menyusui)
kala menyusui pula tidak dapat berpuasa, karna terasa lemas sampai - sampai tidak dapat mengurus balita ataupun air susu jadi sedikit, boleh tidak berpuasa dan juga berupaya menqadha sehabis menyusui
bila masih pula tidak dapat mengqadha sehabis menyusui nyatanya berbadan dua lagi dan juga kala berbadan dua ia pula tidak sanggup berpuasa lagi, hingga cukup bayar fidyah


dapat kita bayangkan seseorang bunda dengan permasalahan di atas, tahun kesatu sepanjang ramadhan bisa jadi memiliki hutang puasa sebulan penuh, setelah itu sepanjang 2 tahun menyusui bila tidak sanggup, memiliki hutang qadha 2 tahun pula (keseluruhan 3 tahun dan juga 3 bulan ramadhan wajib dibayar dengan qadha).

nyatanya sehabis tuntas menyusui dia berbadan dua lagi (terlebih lagi terdapat yang belum tuntas 2 tahun menyusui sudah berbadan dua lagi) , hingga kapan ia qadha puasanya yang sudah menumpuk? karenanya terdapat komentar ulama yang membolehkan fidyah aja bersumber pada dalilnya.

mudah - mudahan dikala ini kamu yang lagi berbadan dua dan juga menyusui dimudahkan buat menjalai puasa ramadhan dan juga menunaikan ibadah kepada allah. amiin.





( sumber: https:// 7keluarga-cemara. blogspot. co. id/2017/05/subhanaallahkisah-nyata-puasa-saat. html )