Salah Kaprah! Banyak yang Beranggapan Bila Meninggal di Bulan Ramadhan Pasti Husnul Khotimah.. Padahal...

Seluruh bulan benar baik, tetapi bagaikan muslim tentu kita ketahui betapa istimewanya bulan ramadhan dibandingkan bulan - bulan yang lain.

dimana di bulan ini, allah swt menjanjikan banyak sekali pengampunan dan juga pula pahala berlipat ganda sampai ratusan kali untuk orang yang melangsungkan perintah - nya.


karna keistimewaan itu menjadikan banyak orang yang berkomentar bila terdapat yang wafat di bulan ramadan hendak langsung masuk surga, leluasa dari siksa kubur, pula dinilai khusnul khotimah. benarkan demikian? itu cuma mitos. melansir bombastis, berikut uraian tentang kematian di bulan ramadan.
wafat di bulan ramadan tentu khusnul khotimah. perihal ini belum tentu!
khusnul khotimah maupun suul khotimah kematian seorang merupakan bergantung dari amal ibadahnya. sebaliknya waktu dan juga tempat yang mulia tidak membikin penghuninya mulia. imam malik sempat meriwayatkan, kalau bulan ramadan sejatinya tidak mensucikan siapapun, yang mensucikan seorang merupakan amalnya.

contohnya aja, begitu penjahat ataupun terlebih lagi kriminal yang wafat di bulan ramadan. apa sang penjahat tersebut wafat khusnul khotimah? begitu pula kebalikannya, orang - orang shaleh pula banyak yang wafat di luar bulan ramadan. masalah khusnul khotimah bukan perihal yang dapat didapatkan dengan gampang. perlu amalan yang ‘cukup’ buat mendapatkannya.

wafat di bulan
ramadan berubah dengan wafat dikala berpuasa wafat di bulan ramadan dengan wafat dikala berpuasa tentu berubah. di mana letak perbedaannya? tentu pada amal yang dikerjakan. kala seseorang hamba wafat dikala tengah berpuasa, dapat diyakinkan kalau dia tengah melaksanakan amal shaleh.


itu yang diucap dengan wafat dalam keadaan khusnul khotimah. rasulullah saw pula sempat menarangkan kalau seorang yang wafat dalam keadaan berpuasa dengan ikhlas, tentu hendak dimasukkan dalam surga.
wafat di bulan ramadan, tentu leluasa siksa kubur? wallahu a’lam

orang yang wafat di bulan ramadan berubah dengan orang yang tutup umur di hari jumat. alasannya, dikenal bila wafat di jumat dikira istimewa. perihal itu diakibatkan terdapatnya jaminan dari rasulullah saw yang berkata bila orang yang wafat hari jumat tidak hendak ditanya di dalam kubur.

" tiap muslim yang wafat di hari jumat ataupun malam jumat, hingga allah hendak membagikan proteksi menurutnya dari fitnah kubur. " (hr. ahmad 6739, turmudzi 1074 dan juga dihasankan al - albani).

sebaliknya buat wafat di bulan ramadan, tidak ditemukan dalil tertentu yang membagikan jaminan spesial. jadi, gimana nasib sang mayit yang wafat dikala bulan ramadan cuma allah yang maha mengenali.

wafat di bulan ramadan, langsung masuk surga?
bulan ramadan benar mulia. banyak pula orang yang berpikiran kalau wafat di bulan tersebut hendak dapat langsung masuk surga. benarkah demikian? sejatinya, orang - orang yang dapat langsung masuk surga tanpa hirup merupakan mereka para rasul, nabi dan juga para syuhada. sebaliknya kita bagaikan manusia biasa, cuma dapat berupaya buat memperberat timbangan amalnya.

karna tentu hendak terdapat dikala di mana allah menghitung amal dan juga dosa kita. masih berhubungan dengan poin kesatu, kalau waktu wafat tidak hendak membikin seorang jadi mulia. cuma amal yang dapat memuliakan seorang.

seperti itu dalil tentang wafat di bulan ramadan yang sering buat orang salah kaprah. tentu seluruh mendamba surga, mau terbebas dari siksa kubur, dan juga berharap khusnul khotimah. sayang perihal berbagai itu tidak bisa jadi didapat secara praktis. kapanpun meninggalnya, bagaikan manusia kita cuma dapat berupaya melangsungkan amal ibadah sebaik dan juga sebanyak bisa jadi.






( sumber: https:// hikmahmuslimahmu. blogspot. com/2017/06/salah-kaprah-banyak-yang-beranggapan. html )