Jangan Kredit Motor/Mobil/Rumah, Dosa Riba Sebesar 36X Zina, "Halah yang Penting Nggak Nyolong"

Saking dahsyatnya riba itu, hingga disebutkan kalau dosa melangsungkan riba itu setara dengan berzina bunda kandung seorang diri.
berzina aja sudah berdosa, terlebih berzinanya dengan bunda kandung seorang diri, tentu dosanya berlipat - lipat. karena bunda kandung merupakan perempuan mahram yang haram buat dinikahi. bahwa juga tidak dengan jalur zina namun dengan perkawinan juga pula senantiasa berdosa.

hadits yang menegaskan perihal itu merupakan hadits berikut ini :

عَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ اَلنَّبِيِّ قَالَ: اَلرِّبَا ثَلاثَةٌ وَسَبْعُونَ بَابًا أَيْسَرُهَا مِثْلُ أَنْ يَنْكِحَ اَلرَّجُلُ أُمَّهُ

dari abdullah bin masud ra dari nabi saw bersabda, " riba itu terdiri dari 73 pintu. pintu yang amat ringan serupa seseorang pria menikahi ibunya seorang diri ". (hr. ibnu majah dan juga al - hakim)

yang menarik dari hadits di atas merupakan kala disebutkan kalau dari 73 pintu riba, yang amat ringan merupakan serupa berzina dengan bunda kandung seorang diri. itu yang amat ringan, kemudian gimana dengan yang amat berat?

terlebih lagi masih terdapat lagi hadits yang agak mirip, ialah haramnya dosa riba yang lain merupakan setara dengan 36 wanita pezina, sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini :

عَنْ عَبْدِ الله بْنِ حَنْظَلَة غَسِيلُ المَلاَئِكةِ قَالَ : قَالَ رَسُولُ الله ِدرْهَمُ رِبَا يَأْكُلُهُ الرَّجُلُ وَهُوَ يَعْلَمُ أَشَدُّ مِنْ سِتٍّ وَثَلاَثِيْنَ زَنِيَّة - رواه أحمد

dari abdullah bin hanzhalah ghasilul malaikah mengatakan kalau rasulullah saw bersabda, " satu dirham duit riba yang dimakan oleh seorang dalam kondisi siuman, jauh lebih dahsyah dari pada 36 perempuan pezina. " (hr. ahmad)

sebetulnya riba tercantum satu dari 7 dosa besar yang telah didefinisikan allah swt. pelakunya diperangi allah di dalam al - quran, terlebih lagi jadi salah satunya pelakon dosa yang dimaklumatkan perang di dalam al - quran merupakan mereka yang melangsungkan riba.

sebentar!
jangan menyudahi baca hingga dasar!

dalam konteks hukum, terdapat 2 mungkin buat mereka yang melangsungkan riba, ialah kafir ataupun fasik.

1. kafir apabila meyakini kalau riba merupakan perihal yang halal, dan
2. fasik meyakini riba itu dosa besar, tetapi masih melaksanakan.

baiklah pak/bu, bisa jadi kutipan dari tulisan rinanto suryadhimitra ini curhatan hati kamu yang dikala ini lagi kredit karna benar terasa perlu dan juga itu jalur salah satunya.

kalian bisanya melarang orang menghindari riba. solusinya mana.. . ? ? : :

pada kesimpulannya, persoalan yang timbul, hampir begini :
" mbak, memiliki pemecahan ga, gimana triknya dapat nglunasin hutang riba? "
atau
" mbak, terdapat ga hampir orang yang dapat minjemin duit buat nutup hutang riba? "
atau
" mbak, kalo resign dari bank, trus kerja dimana? masih memiliki hutang soalnya "
glekkk.. . ! ! !
(senyumin ajah.. . )

mbak, mas, pak, bu, , kalo sepanjang ini kami - kami yang menyuarakan anti riba, bukan berarti kami memiliki pemecahan yang konkret, riil, yang dapat " blekkkk " ngasih duit, kerjaan, dll.

tetapi, yang kami jalani merupakan gimana biar pemikirannya sama, kalau " riba itu salah, riba itu haram, riba itu dosa besar ".

(read: berulang ke hukum diatas, seseorang muslim harus ketahui hukum riba, apabila tidak itu sama aja dengan kafir)

sampai - sampai kita dapat bersama silih menegaskan buat tidak (lagi) terjerumus riba, whatever wujudnya.
georgia, serif; font - size: 16px; " >tapi, ngomong - ngomong soal pemecahan, sesungguhnya allah swt lah pemberi pemecahan tersadu, terjitu.

allah swt berfirman :
“barangsiapa bertaqwa kepada allah tentu ia hendak mengadakan menurutnya jalur keluar, dan juga memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka - sangka. dan juga barangsiapa yang bertawakkal kepada allah nicyaya allah hendak mencukupkannya” (ath - thalaq: 2 - 3)

firman allah swt :
" jadikanlah tabah dan juga shalat bagaikan penolongmu. dan juga sebetulnya yang demikian itu begitu berat, kecuali untuk orang - orang yang khusyu’, (ialah) orang - orang yang meyakini, kalau mereka hendak menemui rabb - nya, dan juga kalau mereka hendak berulang kepadanya. " (qs angkatan laut (AL) baqarah : 45 - 46)

tu, , di alquran aja udah jelas banget, kalo allah swt membagikan laporan gembira, ga hendak membiarkan kita kena permasalahan seorang diri, karna allah swt sudah menjamin jalur keluarnya.

perkaranya, tinggal kita ingin taat ataupun tidak harus? ingin taqwa ataupun tidak harus? ingin tabah ataupun tidak harus?

(ahh, teori nya mah mudah. klo cuman ngomong gitu doang mah bsa.. ente gembar gembor ngelarang orang utk ambil riba tetapi ga ingin kasih solusinya.. trus gimana nih konkretnya.. ? ? )

terdapatkah yang mbatin, ngomyang, serupa itu.. ? ?

ini ya, , tugas manusia itu silih menegaskan, mengantarkan mana yang benar itu benar, mana yang salah itu salah. bukan daerah manusia buat membagikan pemecahan yang cocok serupa apa. karna ga terdapat dalil yang mengatakan kalau : " sampaikan dan juga bantu bagikan jalur keluar.. . ". yang terdapat merupakan " sampaikan.. . "

tetapi, bila kesimpulannya kita dapat menolong, pastilah itu jauh lebih baik..

allah swt berfirman :
“serulah (manusia) kepada jalur tuhan - mu dengan hikmah [perkataan yang tegas dan juga benar yang mampu membedakan antara yang hak dengan yang bathil] dan juga pelajaran yang baik dan juga bantahlah mereka dengan trik yang baik. sebetulnya tuhanmu dialah yang lebih mengenali tentang siapa yang tersesat dari jalan - nya dan juga dialah yang lebih mengenali orang - orang yang menemukan petunjuk. ” (qs an nahl: 125)

tetapi, terdapat sebagian panduan yang dapat dicoba biar lebas dari riba :

1. taubat nasuha
sesali dosa yang kita jalani dan juga jangan sempat mengulangi lagi.

2. perbaiki ibadah
ibadah wajibnya jangan hingga kelewat (sholat, puasa, dll). dikuatin sama ibadah sunnahnya.

3. membangun ikatan komunikasi (lagi) kepada rekan, sahabat lama
dapat mulai cari friendlist di fb, sapa " hai, apa laporan? " " kegiatannya apa sekaran? " , dll. biar terdapat kesempatan yang dapat kita ambil disitu.

4. perluas wawasan
masuk di komunitas - komunitas bisnis muslim, yang dapat menolong kita memperoleh kedekatan/jaringan.

5. banyak mengkaji ilmu
simaklah kajian yang terdapat. temanya dapat macam - macam. mulai dari tauhid, akidah, muamalah, dll. kalo kita udah ngaji, tentu temen - temennya banyak yang sholeh. jadi insya allah, banyak yang ngingetin soal agama.

6. berteman dengan sahabat yang satu visi
banyak - banyak ketemu, sharing dengan sahabat yang memiliki tujuan yang sama : hijrah. biar dapat silih memantapkan satu sama lain.

7. yang amat berarti : percaya sama allah swt, bahwa dialah maha segalanya. whatever yang ia kehendaki, tentu jadi deh.. kun fayakuun.. . ! !

so, udah siap buat hijrah dari riba.. . ? ? ?
bahwa gak saat ini, kapan lagi.. ? ? mumpung masih terdapat usia lhoo.. .
bismillaahirrokhmaanirrokhiim.. .
salam antusias.. . ! ! ! !

begitu rasanya pak/ bu. masih ingin riba? masih ingin masuk kalangan kafir dan juga fasik. jangan hingga tidak ketahui azab terhadap orang kafir dan juga fasik ya pak bu. itu pedih.






( sumber: https:// hikmahmuslimahmu. blogspot. com/2017/06/jangan-kredit-motormobilrumah-dosa-riba. html )