Belajar Menjadi Muslim Dari Mesut Ozil

Sudah banyak orang yang membahas wujud mesut ozil, gelandang serbu arsenal asal jerman itu, bagaikan seseorang raja umpan. itu masuk ide belaka apabila memandang rekor umpan - umpan ampuh ozil yang berbuah hasil. terhitung semenjak 2008, ozil merupakan pemberi umpan paling banyak di 5 liga top eropa dengan koleksi 101 umpan yang berbuah hasil. ini lebih banyak satu umpan dibanding si messiah, lionel messi. cesc fabregas, mantan anak emas arsenal yang seleksi mengabdi buat the special and the sacked one, jose mourinho di kerajaan roman abramovich, hanya menorehkan 84 umpan.

di liga inggris tahun ini, ozil pula menggambarkan pengumpan paling banyak, dengan 15 umpan ampuh yang berbuah hasil. angel di maria yang menempati posisi kedua, baru menabung 9 umpan. tinggal 5 umpan lagi, ozil hendak melewati rekor 20 umpan semusim yang sempat ditorehkan legenda arsenal, thierry henry, di daratan inggris. bila terus sehat walafiat, bukan tidak bisa jadi ozil hendak mengukir 30 umpan semusim. karna itu, normal apabila wujud antagonis - egoistis semacam cristiano ronaldo amat ketiadaan servis ozil dikala ia pindah dari real madrid ke arsenal di tahun 2013.

tulisan ini tidak mau membahas ozil bagaikan wujud raja umpan, tetapi menempatkannya dalam kerangka yang lebih besar bagaikan seseorang anshar (penolong) sekalian panutan kalangan muslim dalam beragama. ya, ozil yang berasal dari keluarga muhajirun alias imigran turki itu, saat ini menggambarkan wujud anshar terutama baik untuk rekan - rekannya di arsenal, timnas jerman, ataupun di dalam kehidupan sosial.

salah satu sifat anshar terutama sebagaimana yang dilukiskan quran tulisan al - hasyr ayat 9 merupakan etos itsar alias altruisme. lawan dari egoisme. seorang berwatak altruis merupakan wujud yang hendak mendahulukan teman dibanding memenangkan ego pribadinya. ini persis serupa cerminan kalangan anshar madinah yang “menunda ego individu mereka” (yu’tsiruna ala anfusihim) demi menolong kalangan imigran muslim perdana (muhajirun) , “sekalipun mereka memiliki banyak keterbatasan” (walaupun kana bihim khashashah).

ozil ingat betul keterbatasan - keterbatasan masa lalunya tatkala hidup bagaikan imigran di suatu kota kecil jerman, gelsenkirchen. kepada henry winter, wartawan the times inggris, ia kenang masa lalunya.

“saya senantiasa terngiang masa anak - anak aku. aku siuman dari mana aku tiba. bila mau suatu, aku tidak dapat senantiasa mendapatkannya. hidup bukanlah gampang. karna itu, aku mau berikan suatu yang dahulu tidak mudah aku miliki kepada kanak - kanak masa saat ini. aku ketahui gimana kerasanya hidup tidak berpunya. ”

tetapi itu dahulu, tatkala ozil masih seseorang imigran yang miskin papa. saat ini dia telah memiliki segalanya: modul, popularitas, kebahagiaan di suatu klub yang berpegang teguh kepada prinsip bermian indah: arsenal. dan juga ozil tidaklah kacang yang kurang ingat hendak kulitnya. di tengah lapangan hijau, ozil menggambarkan wujud anshar yang melayani dan juga dicintai kawan - kawan setimnya.

sebagaimana dikatakan wenger, “jika kau hobi menyaksikan sepakbola, engkau mesti hendak jatuh cinta kepada ozil! ” wenger mengibaratkan ozil bak musisi yang memainkan not - not yang cocok di waktu yang pas. dalam soal kejelian mengumpan, ia tidak sempat menyusahkan kawannya. ozil serupa memiliki mata kaki yang oleh theo walcott diucap “mampu menilik apa yang tidak mampu dilihat pemain lain. ”

di luar lapangan, ozil pula wujud yang mulia. dikala lagi berjibaku dengan piala dunia 2014 di brasil, ozil membiayai sebagian dokter buat mengoperasi 11 anak yang sumbing di pedalaman amazon. sehabis menggapai final yang setelah itu dimenangkan negaranya, jerman, ozil memohon dokternya buat melaksanakan lebih banyak pembedahan. saat ini ia mengutus dokter - dokternya ke afrika.

tetapi yang lebih mulia dari ozil bukan cuma misi - misi kemanusiaan itu belaka. tidak hanya altruistis, ozil pula wujud yang terbebas dari perilaku riya ataupun suka publikasi kebajikan. ia benar mengaku bagaikan wujud yang religius, karna itu kita kerap menyaksikannya khusyuk berdoa menjelang pertandingan. tetapi itu tidak ia jalani demi pamer. ini soal kesalehan individu belaka.

“aku tidak melaksanakan itu buat unjuk diri kalau saya muslim ataupun seseorang beriman. saya melaksanakannya bagaikan tuntutan individu. ”

perwujudan keterbebasan dari perilaku riya itu sebagaimana dilukiskan suatu hadis nabi muhammad merupakan tatkala “tangan kananmu berikan tanpa dikenal oleh tangan kiri. ” seperti itu pendapat ozil tentang dorongan kemanusiaan yang ia bagikan kepada orang - orang yang memerlukan. bagi ozil, ia lazimnya enggan membicarakan soal apa yang ia bagikan.

“saya tiba dari keluarga yang pantang pamer tentang kebajikan yang kami jalani. seperti itu yang diucap modesty alias kerendahatian. ”

kerendah - hatian itu jugalah yang dilihat ozil pada wujud superstar imigran yang lain, zinadine zidane. ia bisa jadi pula belajar banyak dari zidane, wujud muslim kharismatik yang amat dipuja oleh publik perancis. sebagaimana idolanya, zidane, ozil pula melaksanakan keajaiban - keajaiban di lapangan hijau tanpa bermaksud memprovokasi lawan. zidane dan juga ozil tidaklah cristiano ronaldo maupun neymar yang gocekan mereka sering - kali dikira provokasi ataupun hinaan untuk lawan. gocekan keduanya yang begitu elok dan juga aduhai, cumalah trik buat bermain secara pintar.

satu lagi kemuliaan ozil dibanding pemain yang lain: soal kejujuran. ozil tidak hendak melaksanakan keculasan dengan berpura - pura jatuh, demi memperoleh keuntungan di lapangan hijau serupa yang sering dicoba bintang barcelona, luis suarez. “saya senantiasa bermain dengan kejujuran. aku tidak hendak berbeda. aku tidak hendak berpura - pura jatuh (diving). aku cuma tidak dapat melaksanakan itu, ” tandas ozil kepada the times. bila bakal memakai hadis tentang etiket muslim, kita mampu pula menyebut ozil bagaikan al - amin ataupun wujud yang mampu dipercaya.

muslim sejati, bagi suatu hadis nabi, sedianya hendak senantiasa jujur dan juga takkan sempat melaksanakan kecualasan. “man ghassya, laitsa minna! ” tandas nabi muhammad. orang - orang yang melaksanakan kecualasan tidaklah penggalan dari umat kami! jadi saudara - saudara seiman ataupun tidak seiman, tidak hanya belajar tentang keelokan bermain bola dari wujud semacam ozil maupun zidane, sebetulnya kita mampu pula belajar tentang karakter yang elok dan juga keelokan dalam mengamalkan agama.

pada ozil, paling tidak kita mampu belajar 5 masalah. kesatu, gimana jadi wujud yang altruistis, bukan wujud yang egoistis dan juga mentang - mentang dalam bergama. kedua, mengulurkan tangan tanpa memanjangkan lidah. tidak riya ataupun pamer ketaatan, terlebih demi mengintimidasi pihak lain di dalam kehidupan yang majemuk ini. ketiga, kerendahan hati sekalipun sudah berposisi di puncak ketenaran dan juga kesuksesan. keempat, senantiasa jujur sekalipun banyak godaan buat berperan culas. kelima, senantiasa ringan tangan buat membantu orang.

ozil bisa jadi mampu jadi penolong ataupun anshar untuk kalangan muslimin dan juga muslimat dalam trik menghayati agama dan juga gimana jadi muslim yang baik di tengah kehidupan yang majemuk ini. tetapi untuk aku individu, ozil wajib sanggup jadi anshar untuk arsenal demi mengarah kejayaan liga inggris masa ini, dan juga musim - musim mendatang. mudah - mudahan aja. amin!






( sumber: islamlib. com )