Warga Ngeluh, Tarif Listrik Terus Naik tapi Minim Sosialisasi

Tarif listrik buat rumah tangga yang naik jadi sorotan warga. karna peningkatan tarif listrik sedikit sosialisasi dan juga publikasi dari pihak pln.

serupa yang diungkapkan lilis (35) , bunda rumah tangga asal kelurahan majalengka kulon kecamatan majalengka. ia mengatakan wajib keluarkan anggaran rp 80. 000 hingga rp 100. 000 tiap bulan buat 900 volt ampere (va).

“padahal di akhir 2016 kemudian buat pemakain 900 va per bulan aku cuma membayar rp 50. 000 sampai rp 60. 000. tetapi semenjak januari 2017 terus bertambah. peningkatan ini kurang sosialisasi dan juga amat merugikan, ” ucapnya.

terpisah, manager pln rayon majalengka iwan puji darmansyah membantah peningkatan tarif listrik. tetapi baginya yang terjalin pemerintah telah mencabut subsidi listrik, dan juga pencabutan subsidi berlangsung sampai mei 2017.

warga kurang sanggup sampai mei 2017 pembayaranya masih wajar ialah 450 va rp415 per kwh dan juga buat 900 va rp 605 kwh. sebaliknya buat rumah tangga sanggup, dari januari sampai mei 2017 hendak menggapai rp 1. 352/kwh.

“untuk kabupaten majalengka pelanggan 900 va jenis rumah tangga sanggup menggapai 199. 778 rtm ataupun setara 90. 42 %, dan juga buat jenis kurang sanggup menggapai 21. 162 rtm ataupun setara 9, 58 %, ” jelasnya.

bila ditemui warga yang kurang sanggup tetapi tarif pembayaran listriknya wajar, warga tidak wajib langsung melaksanakan pengaduan ke pln. tetapi dapat lewat aparat desa setempat.

triknya mengisi formulir yang disediakan di desa terpaut. bila formulir sudah diisi, pemerintah desa dapat membagikan informasi pengaduan ke pemerintah kecamatan setelah itu secara online diadukan ke posko pusat ialah regu nasional percepatan penanggulangan kemiskinan (tnp2k).

“jika berkas pengaduan telah dikasih, spontan tnp2k hendak membagikan instruksi kepada pln dan juga membenarkan kebenaran kabar tersebut. bila benar kondisinya kurang sanggup, tarif listriknya hendak dikasih subsisdi pemerintah, ” jawabnya.

kepala desa sukaraja kolon kecamatan jatiwangi, iding jaenudin membetulkan tahapan pengaduan tersebut. tetapi buat teknis berikutnya, pemerintah desa tidak mengenali secara jelas.

terlebih lagi terpaut pencabutan subsidi listrik, pemerintah desa tidak mengenali secara jelas. imbasnya, banyak warga yang meringik.

“saya memohon pln melaksanakan sosialisasi ke segala warga di kabupaten majalengka, supaya penarikan subsidi listrik ini tidak jadi permasalahan di warga, ” ungkap iding. [opinibangsa. id / rdr]





( sumber: http:// www. opinibangsa. id/2017/04/warga-ngeluh-tarif-listrik-terus-naik. html )