Warga Hindu Bali Tolak ngAh0k Jadi Gubernur Kok Gak Disebut INTOLERAN/ANTI-BHINNEKA, Beda Kalau Umat Islam

Pasca kalah telak di pilgub dki 2017, saat ini suatu petisi timbul mendesak supaya ngAH0K turut dalam pilgub bali yang hendak berlangsung juni 2018.

petisi supaya ngAH0K jadi bali 1 terbuat oleh wika ganesha pada rabu (19/4) , masih di hari penerapan pilkada dki.

wika menghitung pilkada dki mencerminkan ketidakadilan demokrasi, dan tidak sejalan dengan rasionalitas. ia berharap kekalahan ngAH0K dalam pilkada dki tidak membikin lelaki asal bangka belitung itu jadi ciut. kebalikannya ia memandang ngAH0K bagaikan peninggalan bangsa yang wajib diselamatkan dan juga dimanfaatkan.

" petisi ini diperuntukan buat menggalang sokongan ngAH0K jadi gubernur bali, bukan cuma buat masyarakat bali, melainkan pula buat masyarakat indonesia, kalau ngAH0K menggambarkan pribadi orang yang pas buat bali 1 ataupun guberur bali, " tulis wika.

" apa yang ditunjukkan pada pilkada dki hari ini menggambarkan contoh yang sahih ketidakadilan demokrasi, kalau dia tidak wajib sejalan dengan nilai - nilai umum dan juga rasionalitas, " urai wika.

tetapi, petisi ini nyatanya menemukan penolakan dari masyarakat bali yang kebanyakan hindu.

" jangan jadi gubernur bali. walaupun aku suka kerjanya ngAH0K, bagaikan orang bali aku lebih suka memiliki gubernur orang bali hindu. masih banyak jabatan lain yg lebih pantas buat pak ngAH0K. mari pak tetep antusias, " ucap salah satu pendapat di sosial media.

" betol itu, ” timpal kadek sugiartha

penolakan masyarakat hindu bali ini juga ditimpali oleh masyarakat muslim, katanya bali orang amat toleran nomor. 1 kok tolak ngAH0K.

" bagos ajarin tuh sang ngAH0K ga butuh membawa membawa agama islam lagi lain kali, dah tau toh akibatnya? ingin jadi gubernur
lagi dah ga dapat. ajak saja ia jadi gubernur di bali. katanya lo orang amat toleran nomor 1? coba mana buktikan klo bali itu toleransi dgn agama lain. wkwk, " timpal netizen muslim.

“pulau bali beda mbak. yg ingin jadi pemimpin wajib diupacarai secara hindu bali dan juga scr tdk langsung beragama wajib hindu. bukan krn tidak toleran tetapi buat melindungi kekokohan yg jadi sumber energi tarik pulau kami, ” balas ida bagus udyana putra.




penolakan masyarakat hindu bali ini tidak menemukan respon dari bani taplak ataupun aktivis jil yang lazimnya jualan toleransi, bhinneka, pluralisme, apalah apalah.

tidak terdapat tudingan " hindu garis keras " ataupun " hindu radikal ".

mereka mingkem. karna sejatinya sepanjang ini bukan perkara bhinneka ataupun toleransi, tetapi karna sejatinya mereka benci islam.

jadi bahwa yang intoleran ataupun anti bhinneka bukan dari golongan islam, hingga tidak dipersoalkan.






( sumber: http:// www. portal-islam. id/2017/04/warga-hindu-bali-tolak-ngAH0K-jadi. html )