Untuk Kamu Yang Beragama Islam, Jangan Gunakan Lagi Kata "RIP" ! Kenapa? Baca Nih...

Perkataan " rip " dinilai menggambarkan budaya non - muslim, yang tidak sepatutnya diiringi umat islam.

kepala kementerian pembangunan agama islam malaysia datuk othman mustapha mengimbau supaya warga muslim tidak memakai kata " rest in peace " (rip) serupa yang dicoba non - muslim kala terdapat yang wafat dunia.

dalihnya, dia menghitung kalau kalimat tersebut mempunyai implikasi dari sudut akidah sekiranya tidak dimengerti secara jelas. karena, perkataan itu, lanjut othman, menggambarkan budaya keagamaan umat lain, yang tidak sepatutnya diiringi umat islam.


kata rip merupakan perkataan " akidah " umat non - muslim yang terdapat dalam mazhab nya semenjak abad 18
" dalam konteks perkataan rest in peace, ini menggambarkan wujud perkataan doa yang biasa diucapkan dalam agama kristen, paling utama dalam mazhab katolik semenjak abad ke - 18, " katanya serupa dilansir dari gratis malaysia today sebagian waktu kemudian.

kalimat itu pula lazimnya diukir di batu nisan mereka yang telah wafat dunia dalam golongan warga kristen. " tipe perkataan tersebut berasal dari bahasa latin, ialah may his soul and the souls of all the departed faithful by gods mercy rest in peace. kalimat ini pula mendoakan non - muslim tersebut supaya menemukan rahmat dari tuhan sebagaimana doa asal yang diucap dalam bahasa latin, " lanjutnya.
perkataan othman ini menindaklanjuti suatu fatwa malaysia yang telah dikutip dalam halaman facebooknya, pada 17 april kemudian berkenaan timbulnya isu perkataan tersebut dan juga memunculkan perdebatan bermacam pihak.

hukum dan juga nasihat


othman menarangkan, fatwa malaysia dalam halaman fb itu menggambarkan uraian hukum dan juga nasihat yang dikasih felo fatwa bersumber pada kemudharatan dan juga perkara yang dikemukakan warga universal, dan juga bukan fatwa yang dikeluarkan komite fatwa nasional.

dia meningkatkan, islam melarang umatnya mendoakan ampunan untuk non - muslim serupa yang dipaparkan dalam alquran, surah taubah, ayat 113 dan juga dinyatakan pula oleh imam an - nawawi dalam kitab al - majmu.

gimana juga, dalam warga yang memegang teguh agama serupa malaysia, islam tidak melarang umatnya mengucapkan kerasa simpati terhadap keluarga non - muslim yang wafat dunia dengan perkataan yang tidak berikan implikasi keagamaan serupa aku bersimpati terhadap apa yang mengenai kamu, katanya.

" panduan hukum yang dikasih menimpa rest in peace ini bukan menggambarkan fatwa, namun butuh diperuntukan panduan oleh umat islam. karna panduan ini bersumber pada nas - nas yang jelas selaras dengan hukum syariat, " katanya.

othman pula menasihatkan seluruh pihak supaya tidak mempolemikkan isu itu karna pemikiran hukum yang dikeluarkan merupakan bagaikan panduan dan juga nasihat spesial kepada umat islam dan juga sama sekali tidak berkaitan dengan unsur - unsur penghinaan ataupun meniadakan hak asasi manusia, siapa juga ataupun pihak mana juga.






( sumber: bernama. com/ gratis malaysia today/ inilah. com )