Terdengar Sepele, Ternyata Stempel Allah Tercetak Jelas di Kata “Amin”

Sedari kecil kita sudah dianjurkan buat kenali tuhan dan juga gimana triknya buat meminta pengampunan dan juga memohon suatu harapan. sampai - sampai doa merupakan salah satunya yang jadi jawaban atas perihal tersebut.

nah, berdialog menimpa doa, pastilah sehabis memanjatkan doa kepada si pencipta, perihal terakhir yang dicoba merupakan menutup dengan kata “amin“.

hendak namun, masih banyak orang di era saat ini yang menyangka remeh kata “amin”, karna dikira cuma bagaikan imbuhan di dalam suatu doa. eits, saat sebelum itu, mengerti kah kalau amin tersebut perannya amat berarti dalam tiap doamu?

jangan sekali - kali menyepelehkan “aamiin”. hingga tidak cukup di dalam hati. nabi menarangkan masalah terpaut “aamiin” ini.

kata nabi, “jibril mengajariku kata “aamiin”, kala saya tuntas membaca al - fatihah. “aamiin” itu seperti stempel buat kitab suci angkatan laut (AL) quran. ” terlebih lagi dalam riwayat lain, “aamiin itu merupakan stempel allah, tuhan semesta alam. ”

abu bakar menarangkan, “maknanya, “aamiin” itu menggambarkan stempel allah buat hamba - nya. karna dia dapat menolak datangnya seluruh penyakit dan juga bala dari mereka. ”

terlebih lagi, dalam hadits lain disebutkan, “aamiin itu salah satu tangga di surga. ” maknanya, kata abu bakar, “kata yang dengannya, orang yang mengucapkannya berhak memperoleh salah satu tangga surga. ”

wahab bin munabbih mengatakan, “aamiin terdiri dari 4 huruf (ialah, alif, mim, ya’ dan juga nun) , dimana di tiap hurufnya allah mengadakan satu malaikat. kala terdapat yang mengucapkan “aamiin”, malaikat mengatakan “allahummaghfir likulli man qala aamiin (ya allah, ampunilah tiap orang yang mengucapkan aamiin). ”

karna itu, hingga seseorang penyair berkata, “aamiin, aamiin, saya tidak rela cuma dengan mengucapkan sekali, sampai saya hendak mengulangnya 2000 aamiin.. ”

seseorang ulama salaf berkata, “allah tetap mengasihi seseorang hamba yang mengatakan, ‘aamiin”..

nabi seorang diri, kala usai membaca al - fatihah, senantiasa mengucapkan “aamiin. ” sampai bacaannya terdengar oleh barisan kesatu dalam shalat. jadi, tidak cukup mengucapkan “aamiin” di dalam hati.

terlebih lagi, saking istimewanya “aamiin”, kata nabi, “sesungguhnya allah telah membagikan kepada ummatku, apa yang tidak dikasih kepada siapapun saat sebelum mereka: (1) “as - salam”, ialah salam penunggu surga; (2) barisan malaikat; (3) aamiin.. ” (dilansir dari tafsir al - qurthubi, tentang aamiin).

subhanallah. andai, kita ketahui kemuliaan perkataan “aamiin”, kita tidak hendak melupakan kata “aamiin” dan juga meremehkannya, walaupun kelihatannya enteng.

jadi, mulai saat ini jangan sekali - kali ya meremehkannya. serupa arti suatu doa yang kalian panjatkan tiap hari, kata “amin” pula sangat berarti buat terkabulnya doa tersebut.






( sumber: wajibbaca. com )