Krisis Listrik, Erdogan Restui Kirim Kapal Pembangkit Raksasa ke Sumatera

Presiden turki recep tayyip erdogan menyetujui pengiriman kapal pembangkit listrik ataupun marine vessel power plant (mvpp) berkapasitas 240 megawatt buat penuhi kebutuhan listrik di sumatera utara, indonesia.

kapal itu sudah melaut semenjak sabtu (22/4/2017) , sampai - sampai diharapkan lekas datang di indonesia.

berdialog kepada anadolu ajansi (aa) , kantor berita setempat, juru bicara presiden turki ibrahim kalin berkata, kalau presiden erdogan merestui pengiriman kapal tersebut. paling utama buat menanggulangi defisit pasokan listrik.

“pejabat indonesia sudah tiba dan juga menginginkan kapal tersebut buat menguatkan system kelistrikan di indonesia. terlebih menjelang datangnya ramadhan, ” kata ibrahim sebagaimana dikutip aa.

bagi rencana, mvpp itu dihadirkan buat menguatkan sistem kelistrikan di sumut.

mvpp yang berkapasitas 240 megawatt (mw) diharapkan mampu menutupi defisit listrik 100 mw di sumut.

kehadiran kapal pembangkit listrik tersebut hendak seiring dengan transmisi 275 kilovolt yang jadi penggalan dari proyek tol listrik sumatera buat mengevakuasi energi dari sumatera penggalan selatan dan juga tengah ke sumatera penggalan utara sebesar 200 megawatt.

sedangkan itu, general manager pln pembangkit sumatera penggalan utara, sugiyanto sebelumnya berkata mvpp dikontrak indonesia dari industri karpowership.

dengan terdapatnya ekstra energi diharapkan cadangan lisrik terus menjadi besar dari berusia ini yang dekat 4 - 5 %.

dengan terdapat pasokan listrik 240 mw dari mvpp paling tidak dapat menaikkan 6 % sampai - sampai cadangan dapat sebesar 10 %.

cadangan yang terus menjadi besar, bukan cuma dapat kurangi byar pet namun pula dapat penuhi permintaan konsumen.

ia mengakui, sepanjang ini ataupun dalam 10 tahun, pln senantiasa defisit listrik.

defisit terjalin karna sebagian pembangkit baru timbul ataupun terdapat lebih lama dibanding dengan kebutuhan warga. (jktgt/afp/aa)






( sumber : http:// www. rakyatsejagad. com/2017/04/tak-ingin-krisis-listrik-saat-ramadhan. html )