Bapak Ibu Jangan Mau "di Bodohi" Dengan Tuntutan 1 Tahun Penjara Masa Percobaan 2 Tahun

Persidangan lanjutan permasalahan penistaan agama dengan tersangka basuki tjahaya purnama alias ngAH0K yang diselenggarakan hari ini, (20/4/2017) , menuai kekecewaan publik.

jaksa penuntut universal (jpu) cuma menuntut tersangka dengan pidana satu tahun dengan percobaan 2 tahun.

“menjatuhkan pidana basuki tjahaya purnama dengan pidana satu tahun penjara dengan percobaan 2 tahun, ” ucap jpu ali mukartono.

hukuman percobaan (voorwaardelijke) merupakan hukuman bersyarat ataupun hukuman dengan perjanjian. makna hukuman percobaan merupakan walaupun tersangka dinyatakan bersalah dan juga dihukum dengan hukuman penjara, dia tidak butuh dimasukkan penjara ataupun lembaga pemasyarakatan asalkan sepanjang masa percobaan dia tidak melaksanakan perbuatan seragam.

jadi dalam permasalahan ini ngAH0K tidak dihukum penjara. ngAH0K baru hendak dipenjara sepanjang 1 tahun bila dalam waktu 2 tahun ia ulangi perbuatannya.

praktisi hukum, djoko edhi abdurrahman, sh menghitung jpu amatiran dan juga curang.

berikut di informasikan djoko edhi abdurrahman, sh, di akun
fb - nya:

jpu amatiran.
tulisan dakwaan dan juga tuntutan bertolak balik. di dakwaan, jpu mendakwa ngAH0K dengan pasal 156 a huruf a (ancaman hukuman 5 tahun). di tuntutan oleh jpu, pasal 156 a tidak teruji, primernya. tetapi kata jpu yang teruji merupakan pasal 156 (subsidernya).

jpu pula curang.
tuduhan dari penyidik (polri) terdapat 2: melanggar pasal 156 a huruf a, dan juga pasal 28 uu ite ujaran kebencian. tidak terdapat pasal 156.
oleh jpu, pasal 28 uu ite ditukar dengan pasal 156 (penistaan antar kalangan). kapan terdapat permasalahan antar kalangan? tidak terdapat! kalangan apa dengan kalangan apa? ngAH0K bukan kalangan pak jaksa. emang syiah versus sunni? ataupun islam gafatar versus islam agama? gitu saja sampean repot. ngaco berat. bahwa sudah teruji statment kebencian, ujarannya jadi ujaran kebencian pada pasal 28 uu ite. itu spontan pak jaksa. ayak - ayak wae.

jpu menuntut hukuman percobaan pula. tidak sempat terdapat ancaman hukuman blasphemi (penistaan agama) serupa itu sejauh indonesia merdeka.

buat menutupi rekayasa, didatangkan jaksa yang jadi jpu di permasalahan jessica supaya publik yakin. senantiasa distrust, pak bro. busuk. menghina intelektualitas hukum itu.

minggu depan, humprey djemat memohon vispraak alias leluasa murni. dan juga, majelis mengabulkannya. tuntas fiat justicia ruat coelloem. luar biasa ngAH0K.

(djoko edhi abdurrahman, sh)





( sumber: http:// www. portal-islam. id/2017/04/bapak-ibu-jangan-mau-di-bodohi-dengan. html )