Inilah Kisah Nabi Ibrahim yang Pingsan Gara-gara Malaikat Maut

Kematian menggambarkan perihal yang tentu hendak terjalin untuk tiap makhluk allah subhanahu wa ta’ala. tidak terdapat yang ketahui kapan ajal seorang hendak tiba menjemputnya.

kala hidup di dunia, kadangkala manusia padat jadwal mengejar perihal duniawi dan juga kurang ingat kalau dia nanti hendak meninggalkan dunia yang dikejarnya tersebut. dan juga kala ajal tiba menjemput tidak terdapat amal yang hendak menemaninya dikala alam barzah ataupun di akhirat nanti.

buat mengarah kematian, makhluk hidup hendak hadapi yang dinakan sakaratul maut. sakartul maut merupakan proses ruh manusia meninggalkan jasad yang sudah dia tumpangi di dunia.

kita tentu sempat mendengar terdapat cerita seseorang yang sepanjang hidupnya diketahui bagaikan seseorang yang sholeh kala kematian menjemputnya dia nampak begitu tenang dan juga senang, tetapi kita pula sempat mendengar dimana cerita seseorang yang sepanjang hidupnya dia habiskan buat berbuat kedzaliman, kala ajal tiba menjemputnya nampak dia begitu tersiksa dan juga kesulitan.

berikut ini terdapat suatu cerita dimana telah terjalin diskusi antara nabi ibrahim ‘alaihi sallam dengan malaikat maut pencabut nyawa. serupa dikutip dari lampu islam, apakah kamu ketahui tentang malaikat maut?

ibrahim a. s. sempat memohon kepadanya “ya malaikat maut, tunjukkan padaku penampilanmu pada dikala mau mengambil nyawa orang yang saleh. ”

jadi malaikat maut mengganti wujudnya. ia berbeda jadi seseorang anak muda yang tampan, ibrahim a. s. tidak sempat menciptakan orang setampan ini sejauh hidupnya.

ia berpakaian serba - serbi putih, tercium harum dari badannya. sayyidina ibrahim a. s. mengatakan kepada malaikat maut “jika pada dikala kematian, tidak terdapat kebahagiaan yang lain buat orang yang saleh, hingga penampilanmu ini sudah cukup buat mengobatinya. ”

setelah itu ibrahim a. s. memohon “ya malaikat maut, tunjukkan penampilanmu padaku kala kau mau mencabut nyawa orang dengan amalan yang kurang baik. ”

ia mengatakan padanya “ya ibrahim, kau tidak hendak mampu melihatnya. ” ibrahim a. s. senantiasa memforsir sampai - sampai kesimpulannya malaikat maut mengatakan padanya “berpalinglah wahai ibrahim. ”

setelah itu ibrahim a. s. memalingkan pemikirannya, kemudian malaikat maut memberitahu supaya ia menoleh. kala ibrahim a. s. memandang apa yang terdapat di depannya, ia memandang seseorang raksasa yang gelap pekat dengan rambutnya yang panjang, berpakaian serba - serbi gelap.

kaki raksasa itu berpijak di bumi dan juga kepalanya menjangkau langit, bau yang amat busuk keluar dari badannya, dan juga api yang membara keluar dari kuping dan juga hidungnya, badannya dipadati bulu. mendadak ibrahim a. s. jatuh pingsan.

kala ia sadar, ia mengatakan kepada malaikat maut “jika pada dikala kematian tidak terdapat hukuman lain untuk orang yang berdosa, hingga melihatmu dalam rupa ini sudah cukup untuk mereka. ”

jadi insya allah bila kamu hidup bersumber pada ajaran islam dan juga dekat dengan allah, hingga pada dikala kematian, malaikat maut hendak menghormati kamu, dan juga ia hendak mengatakan “wahai orang yang dekat dengan allah, allah mengantarkan salam - nya kepadamu. ”

walaupun cerita diatas belum jelas keshahihannya, tetapi mudah - mudahan dari cerita diatas terdapat pelajaran yang dapat kita petik ialah supaya hidup yang sudah kita jalani ini ayo pergunakan buat perihal kebaikan dan juga beramal shaleh.






(sumber: terfenomenal. blogspot. co. id )