Dilarang Mengenakan Jilbab, Gadis Cilik Ini Memilih Mundur Tidak Ikut Pertandingan Karate

Aksi diskriminasi dan juga intoleran berulang terjalin di negara kebanyakan penduduk muslim indonesia, kali ini yang jadi korban merupakan siswi sekolah menengah kesatu islam terpadu (smpit) harapan umat ngawi jawa timur.

siswi bernama auliya menerima perlakuan diskriminasi kala hendak menjajaki kejuaraan karate se - jawa timur, di gedung olah raga (gor) magetan pada jum’at (23/12/2016). aulia dilarang menggunakan hijab dan juga dimohon oleh juri penyelenggara buat melepas jilbabnya bila mau turut kejuaraan.

data aksi diskriminasi juri kejuaraan karate ini di informasikan langsung oleh guru aulia, bernama janan farisi lewat account facebook miliknya.

“seorang juri menyuruhnya melepas hijab nya. dia tidak dibolehkan menjajaki pertandingan dengan jilbabnya” tulis janan farisi di account facebook pribadinya, sabtu (24/12/2016).

yang mengharukan bagi janan farisi merupakan aulia memilah buat mundur dari pertandingan karate daripada melepas jilbabnya. sementara itu penuturan farisi, muridnya tersebut sudah berlatih dengan gigih semenjak lama buat menjajaki kejuaraan tersebut.

“peserta yang lain, yang sebelumnya berjilbab, mulai melepas hijab nya satu persatu, tetapi anak itu, lama - lama, dengan air mata menggenang di pelupuk, dia melangkah meninggalkan arena pertandingan. dia telah memenangkan pertandingannya, pertandingan mempertahankan izzatul islam” jelas janan farisi menceritakan di status facebooknya.

sampai berita ini diturunkan belum terdapat keterang formal dari pihak penyelenggara kejuaraan karate se - jawa timur terpaut sebab larangan menggunakan hijab dikala pertandingan.






(sumber: islamedia. id)