Diambil dari Kisah Nyata! Tak Ada Tempat Paling Indah di Dunia Selain Kabah

Mayoritas orang bisa jadi lebih bahagia melancong ke luar negara serupa singapura, jepang, korea selatan, paris, spanyol dan juga tempat di luar negara yang keren - keren lain. sebaliknya di dalam negara seorang diri bisa jadi ke lombok, bali, raja ampat dan juga yang lain. dan juga pastilah seluruh orang amat mau berangkat wisata ke tempat tersebut. yang nyatanya tempat tersebut sangat indah dan juga mempesona.

tetapi berubah dengan pemaparan salah satu netizen ini, yang mana awal mulanya amat mendambakan destinasi wisata tersebut diatas, tetapi keinginannya tersebut diganti 180 derajat sehabis dia mendatangi kakbah di makkah. ikuti ceritanya berikut.

dahulu saya kerap berdoa supaya hingga ke tempat tempat indah tersebut. supaya badan ini dapat keliling dunia. tetapi sejak kulihat kabah tidak terdapat lagi tempat wisata yang lebih indah selebihnya.
jiwa dan juga ragaku jadi saksi mata, kalau makkah, masjidil haram, kabah, merupakan tempat wisata terindah bunda dari seluruh tempat tersadu di wajah bumi.

bicara tentangnya berarti bicara tentang kekaguman terhadap ciptaan allah yang maha agung.
tidak terdapat lagi tempat yang lebih damai tidak hanya berposisi di pelataran kabah
semenjak saya melihatnya, saya mulai mengerti hendak makna rindu yang sebenarnya
rindu yang tidak sempat putusnya
rindu yang tidak sempat padamnya
pada tempat amat indah di wajah bumi ini
jiwaku terbang dalam euforia rindu mendalam
betapa dahsyatnya sampai melebihi apa juga yang sempat kualami sebelumnya
rindu itu menghinggap, menyelinap, menyerap, lalu menjalar ke segala sel di tubuhku
yang sanggup kuucap cumalah namanya
tiada henti, tiada putus, saya terus aja berbisik
ya allah, ya allah, ya allah.. .
ar­rahmaan, ar­rahiim, al­maalik, al­qudduus, assalaam,
al­mu’min, al­muhaimin, al­‘aziiz, aljabbaar,
al­mutakabbir, al­khaaliq, al­baari’, almushawwir,
al­ghaffaar, al­qahhaar, al­wahhaab,
ar­razzaaq, al­fattaah, al­‘aliim, al­qaabidh, albaasith,
al­khaafidh, ar­raafi’, al­mu’izz, al­mudzill,
as­samii’, al­bashiir, al­hakam, al­‘adl, al­lathiif, alkhabiir,
al­haliim, al­‘azhiim, ya dzal jalali wal ikram
begitu dekat dengannya.. .
saya menangis di multazam, tempat amat mustajab..
tempat segala doa hendak terjawab.
duhai al­ghafuur, asy­syakuur, al­‘aliiy, al­kabiir, alhafiizh,
al­muqiit, al­hasiib, al­jaliil, al­kariim, alraqiib,
al­mujiib, al­waasi’, al­hakiim, al­waduud, almajiid,
al­baa’its, asy­syahiid, al­haqq, al­wakiil, alqawiyy,
al­maatin, al­waliyyu, al­hamiid, al­muhshi,

al­mubdi’, al­mu’iid, al­muhyii, al­mumiit, al­hayyu,
al­qayyuum, al­waajid, al­maajid, al­waahid
dengan segenap kerinduan yang telah lama menggumpal.. .
dengan repihan cinta yang kurekatkan rapat­rapat. saya mengiba, mengemis, dan juga menghamba.. . memohon allah memperkenankan pintaku, berjumpa pribadinya di titik amat dekat dengannya sepenjuru dunia

labbaik allaahumma labbaik, labbaika laa syariikalaka labbaik. innalhamda wanni’mata, lakawal
mulk, laa syariikalak
menujumu.. .
menyahut seruanmu..
berakhir di pelukanmu.. .
saya mau berjumpa denganmu
ya allah, ya rabbi
betapa rindu saya mau kembali
saya seperti petualang yang telah lama tidak pulang
dan juga terasa mau kembali
bila saya boleh memilah akhirku, saya mau di mari,
tuhanku.. . di pintu rumahmu.. .
dengan lantunan ayat suci qiyamullail yang menghidup nadi imanku..
dengan shalawat dan juga salam pada kekasihmu yang melegakan jiwaku.
di dasar naungan ka’bahmu
tuhanku.. . berbarengan ampunanmu
di dekapan masjidil haram, berbarengan rahmatmu
di hamparan tanah makkah, berbarengan keridhoanmu
di mari, di tempat terindah
di dalam sujud berbarengan cintamu..
tetap dekat denganmu ya allah..

sahabatku para pembaca yang dirahmati allah, yakinlah.. kalau tidak terdapat tempat wisata paling
indah tidak hanya makkah mudah - mudahan allah mengabulkan permintaan kita buat bersimpuh di hadapannya.. di tempat terindah ini.. aamiin ya rabbal alamin





(sumber : http:// www. wajibbaca. com/2017/01/diambil-dari-kisah-nyata-tak-ada-tempat. html )