Begini Cara Bertobat Dari Dosa Zina Untuk Selamanya

Bila terdapat orang yang berulang kali berbuat zina dengan orang yang sama, dan juga setelah itu keduanya menikah dan mau bertobat dari kesalahannya, bagaimanakah triknya bagi islam? bila perzinahan itu dicoba dikala ramadhan, gimana pula trik mengubah puasanya?

saat sebelum menanggapi persoalan tersebut, terlebih dulu aku mau mengatakan keprihatinan atas maraknya permasalahan perzinahan yang terungkap media dikala ini. marilah kita bersama meminta proteksi pada allah swt. supaya perihal tersebut tidak jadi pola hidup generasi kita.

butuh diingatkan berulang kalau kita telah diperintahkan buat menghindari perihal yang mampu mendekatkan diri pada perbuatan zinah, serupa nonton siaran porno, pacaran, dan juga lain sebagainya.

kita tahu berbarengan kalau perzinahan menggambarkan dosa besar. tetapi demikian, peluang buat bertobat dari dosa hendak senantiasa terbuka. dalam hadits qudsi disebutkan,

“hai hamba - hamba - ku, sebetulnya kamu senantiasa berbuat dosa pada malam dan juga siang hari, lagi saya mengampuni dosa - dosa seluruhnya. oleh karna itu, mohonlah ampun kepada - ku, tentu saya hendak mengampuni kamu. ” (h. r. muslim)

sebagian ulama mengartikan taubat bagaikan kembalinya seorang dari suatu yang tercela mengarah watak yang terpuji, dari larangan allah mengarah perintah - perintah - nya, dari maksiat mengarah taat, dan dari seluruh yang dibenci allah mengarah rido - nya. buat itu, terdapat 3 ketentuan pokok taubat yang wajib dipadati, ialah :

wajib menghentikan maksiat.
wajib diiringi penyesalan yang mendalam.
bernazar dengan serius buat tidak mengulanginya.

bila dosa tersebut berhubungan dengan allah, semisal lalai dalam beribadah, hingga mohonkanlah ampun kepada - nya dan juga perbaikilah kesalahan tersebut. bila dosa tersebut menyangkut teman , sehabis meminta ampun pada allah, mintalah maaf pada orang yang bersangkutan.

buat dosa yang terpaut dengan permasalahan hukum hudud (serupa zina dan juga sejenisnya) , hingga taubat wajib diiringi dengan kesiapan buat menerima hukuman setimpal dengan syariat islam.

untuk orang yang berzina dalam kondisi sudah sempat menikah, hukumannya merupakan rajam (dilempar batu sampai mati di hadapan universal). apabila yang berzina itu belum sempat menikah sebelumnya, hukumannya cuma dicambuk 100 kali. sebagian ulama meningkatkan dengan mengasingkannya sepanjang setahun.

tetapi demikian, yang jadi dimensi (dikala ini) bukan terlaksananya hukum tersebut melainkan kesiapan apabila eksekusi hukum itu dijalankan. bahwa juga seorang hidup di luar sistem hukum islam (sampai - sampai hukum hudud tidak dapat terlaksana) , hingga tanggung jawab terdapat pada pihak - pihak yang berkompoten buat melakukan hukum tersebut.

dengan demikian, jalani aja hidup ini dengan senantiasa membetulkan kesalahan masa kemudian. jangan hingga masa kemudian mengganggu masa depan. tetapkanlah dalam hati buat senantiasa menjajaki ketentuan allah dengan hukum - hukum - nya.

bila perbuatan zina dicoba di bulan ramadhan, hingga pertobatan itu lebih baik dicoba dengan kifarat (mengubah shaum yang batal) oleh perbuatan tersebut walaupun yang membatalkan shaum sesungguhnya merupakan ikatan suami istri dan juga bukan ikatan perzinahan.

kifarat yang diartikan di mari merupakan shaum 2 bulan berturut - turut ataupun memerdekakan hamba sahaya ataupun berikan makan 60 fakir miskin. wallahu a’lam.






( sumber: islampos. com )